Indonesia Butuh Kantong Darah 5 Juta per Tahun

418
TERLENGKAP: Ketua PMI Jusuf Kalla saat mengunjungi Pusat Pelayaan Bencana di Pusdiklat PMI Jateng, didampingi Gubernur Ganjar Pranowo, kemarin.
TERLENGKAP: Ketua PMI Jusuf Kalla saat mengunjungi Pusat Pelayaan Bencana di Pusdiklat PMI Jateng, didampingi Gubernur Ganjar Pranowo, kemarin.
TERLENGKAP: Ketua PMI Jusuf Kalla saat mengunjungi Pusat Pelayaan Bencana di Pusdiklat PMI Jateng, didampingi Gubernur Ganjar Pranowo, kemarin.

SAMBIROTO — Indonesia membutuhkan 5 juta kantong darah per tahun. Menurut Ketua Umum Palang Merah Indonesia (PMI) Jusuf Kalla, semakin maju suatu negara maka kebutuhan akan darah semakin tinggi.
”Semakin banyak yang memiliki mobil, maka tingkat kerawanan kecelakaan juga semakin tinggi. Dengan begitu darah sangat dibutuhkan untuk korban kecelakaan. Indonesia sendiri membutuhkan kantong darah 4,5 juta sampai 5 juta per tahun,” ujar Wakil Presiden terpilih itu saat menghadiri HUT PMI ke-69 dan meresmikan Pusat Pelayanan Bencana Regional PMI Jawa Tengah, di kompleks Pusdiklat PMI Jateng, Sambiroto, Tembalang, kemarin (17/9).
Dalam kunjungannya kemarin, JK, sapaan akrabnya, menilai Pusat Pelayanan Bencana di Pusdiklat PMI Jateng, terlengkap di seluruh Indonesia.  ”Gedung ini merupakan yang terlengkap, ada tempat latihan, gudang serta markas PMI. Dan bukan tingkat Jateng lagi itu,” ungkapnya.
Dia mengatakan, PMI membagi menjadi 6 regional Pusat Pelayanan Bencana, yakni Padang mencakup wilayah Sumatra, Banjarmasin mencakup Kalimantan, Makassar mencakup wilayah Indonesia bagian Timur. Kemudian, Surabaya yang mencakup Jawa Timur, Bali, dan NTB, kemudian wilayah Jawa bagian tengah, meliputi Jateng dan Daerah Istimewa Jogjakarta dipusatkan di Semarang, dan satu lagi di Jakarta. ”Keenam regional itu, menjadi sentra pelayanan bencana, mulai dari logistik sampai dengan peralatan,” katanya.
Keberadaan PMI, lanjutnya, sangat penting di mata dunia pasalnya jika ada peperangan ataupun bencana besar, maka anggota PMI maupun yang berada di tingkat dunia yaitu Bulan Sabit Merah sudah siaga memberikan bantuan. ”Dan PMI itu bisa bergerak secara bebas secara independen. Dan bukan hanya donor darah,” ujarnya.
Sementara itu, Ketua PMI Jateng, Sasongko Tedjo mengatakan pembangunan gudang regional pelayanan bencana alam tersebut atas kerja sama PMI dan Singapore Red Cross (Palang Merah Singapura). Dalam kegiatan tersebut juga dilakukan penyerahan perlengkapan bayi untuk 5 kabupaten yang terdampak bencana Gunung Slamet yaitu  Purbalingga, Banyumas, Brebes, Pemalang, dan Tegal. Hadir dalam acara tersebut Sekertaris Jenderal PMI Bud A Adiputro, Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo, Gubernur Kalimantan Selatan Rudy Ariffin, dan Ketua Singapore Red Cross T Tuaba. (hid/zal/ce1)