Miras Luber ke Jalan, Warga Protes

325
DIMUSNAHKAN : Alat berat menghancurkan ribuan botol miras yang dimusnahkan di halaman Mapolres Batang, kemarin. (FAIZ URHANUL HILAL/PEKALONGAN POS)
DIMUSNAHKAN : Alat berat menghancurkan ribuan botol miras yang dimusnahkan di halaman Mapolres Batang, kemarin. (FAIZ URHANUL HILAL/PEKALONGAN POS)
DIMUSNAHKAN : Alat berat menghancurkan ribuan botol miras yang dimusnahkan di halaman Mapolres Batang, kemarin. (FAIZ URHANUL HILAL/PEKALONGAN POS)


BATANG – Limbah pemusnahan 3.300 liter minuman keras berbagai jenis di halaman Mapolres Batang, Rabu (17/9)  membanjiri jalan raya. Sejumlah pengendara pun kebingungan lantaran jalan yang biasa mereka lewati tiba-tiba tergenang air hitam pekat.
Sebagaimana dikatakan Sumi, 40, seorang pengendara yang melintas. Dirinya kaget dengan luberan cairan di depan pintu keluar Mapolres Batang tersebut. Warga Bandar yang sempat berhenti karena penasaran itu mengaku kaget karena air menggenang yang dilintasinya adalah minuman keras. “Baunya nggak enak sekali. Awalnya saya kira air apa, ternyata minuman. Kok buangnya di jalan raya,” kata warga yang mengaku saban hari melewati jalan tersebut.
Hal senada juga diungkapkan Heru, 35, warga setempat. Pria berbadan gempal itu juga tidak habis pikir kenapa limbah pemusnahan miras meluber ke jalan raya bahkan dimasukkan ke saluran pembuangan air yang menuju ke pemukiman warga. “Kalau pemusnahan kayak gini mbok ya di tempat khusus agar tidak mengganggu aktivitas warga. Kalau dibuang ke parit mengalirnya kan tetap ke arah pemukiman. Apalagi baunya sangat menyengat,” ungkapnya.
Kapolres Batang, AKBP Widi Atmoko mengatakan, pemusnahan miras tersebut sudah diperhitungkan sebelumnya agar tidak terlalu mengganggu masyarakat. “Sudah kami perhitungkan sebelumnya. Sebenarnya itu kan di buang ke parit. Makanya tadi kami juga melibatkan tim Pemadam Kebakaran untuk menyemprot limbah miras itu agar tidak terlalu menyengat dan langsung masuk ke dalam parit,” paparnya.
Selain pemusnahan miras yang merupakan hasil operasi selama setahun, Polres Batang juga memusnahkan 30 kg narkoba berupa ganja kering. Pemusnahan dilakukan dengan cara disiram bahan bakar bensin sebelum disulut api. “Termasuk juga 30 kilogram ganja itu, kami perhitungkan agar asapnya tidak terlalu mengganggu masyarakat. Dengan cara dimasukkan ke dalam lima drum,” jelasnya.
Kepala Badan Narkotika Nasional Kabupaten Batang Igor Budi Mardianto mengatakan, prosedur pemusnahan barang bukti narkoba seharusnya mempunyai ruang khusus. Sehingga potensi limbah tidak mencemari lingkungan. “Kalau di BNN punya alat khusus, caranya dirajang kemudian dibakar,  namun dimasukkan ke alat semacam oven. Sehingga dipastikan aman,” ungkapnya.
Pemusnahan narkoba, lanjutnya juga harus diawasi. Sebab, jika hanya dibakar di dalam drum, harus dipastikan habis menjadi abu. “Perlu dipastikan menjadi abu agar tidak bisa dipergunakan lagi,” jelasnya. Dalam kesempatan itu, dua jenis barang bukti tindak kejahatan dimusnahkan. Yakni 30 kg narkoba jenis ganja dan 3.300 liter minuman keras berbagai merek. (mg8/ric)