Terinspirasi dari Kritik tentang Rob Semarang

485
DUET BATIK: Zazilah dan Marheno Jayanto memperlihatkan salah satu motif batik berbahan baku mangrove buatan mereka. (MIFTAHUL A’LA/RADAR SEMARANG)
DUET BATIK: Zazilah dan Marheno Jayanto memperlihatkan salah satu motif batik berbahan baku mangrove buatan mereka. (MIFTAHUL A’LA/RADAR SEMARANG)
DUET BATIK: Zazilah dan Marheno Jayanto memperlihatkan salah satu motif batik berbahan baku mangrove buatan mereka. (MIFTAHUL A’LA/RADAR SEMARANG)

Pasangan suami-istri ini mengembangkan batik dengan berbahan ramah lingkungan, seperti mangrove dan indigo. Motif batik yang diproduksi bisa berkisah atau menceritakan sebuah legenda. Seperti apa?
 
MIFTAHUL A’LA, Gunungpati

DUNIA batik sudah tidak mungkin bisa dilepaskan dari kehidupan pasangan Zazilah dan Marheno Jayanto. Keduanya sudah menekuni dunia batik sejak 2005 silam. Bisa dikatakan saban hari, keduanya selalu bergelut dengan batik di rumahnya Kampung Malon 15 RT 2 RW 5, Kelurahan Gunungpati, Kecamatan Gunungpati. Mulai dari proses awal pembuatan sampai akhir.

”Batik itu sudah menjadi bagian dalam hidup,” kata Zazilah.

Kegandrungannya dengan batik, akhirnya membuat Zazilah-Marheno mendirikan bendera ”Zie Batik”. Dari situlah keduanya semakin intensif untuk menghasilkan batik berkualitas. Yang menarik, beberapa tahun terakhir, mereka sedang menggeluti batik dengan bahan mangrove dan indigo. ”Bahan itu lebih ramah lingkungan, dan selama ini hanya dijadikan limbah tak berguna,” katanya.

Zie –begitu sapaan akrab Zazilah— mulai menjalankan bisnis batik berbahan mangrove sejak 2011. Inspirasi pembuatan muncul saat ia sedang mengikuti pameran UMKM di Jakarta 2010. ”Saat itu ada yang mengkritik jika di Semarang rob parah. Dan ada yang nyeletuk untuk mengurus mangrove,” kenangnya.

Pulang dari Jakarta, Zie tertantang untuk memulai memanfaatkan mangrove. Ia lantas mendatangi Dinas Kelautan dan Perikanan Kota Semarang untuk bertanya seputar mangrove. Zie dan suami langsung diajak ke pesisir pantai untuk mengetahui dan melihat mangrove di Kota Atlas. Ia sempat ragu, karena tidak ada hubungan antara mangrove dan batik. ”Tapi karena penasaran ya dimulai. Awalnya saya bawa batang dan daun mangrove untuk uji coba,” imbuhnya.

Butuh waktu satu tahun untuk menghasilkan bahan yang berkualitas dari mangrove untuk membatik. Justru batang atau propagol kering (rhizocota apiculata) yang menghasilkan warna cokelat kehitaman yang lebih natural. Saat itulah, mereka kemudian memantapkan keinginan untuk membuat batik mangrove. ”Satu tahun baru menemukan komposisi yang pas untuk membuat batik berbahan mangrove. Yang sulit mungkin karena musim mangrove ini tahunan,” tambahnya.

Zie Batik tidak hanya sebatas memproduksi batik semata. Mereka memberdayakan masyarakat sekitar untuk terjun dalam bisnis batik. Selain untuk memberikan kemampuan dengan terlibat pembuatan batik juga bisa menambah penghasilan. Sekarang, setidaknya lima kelurahan menjadi sentra pembuatan batik. Di antaranya kelurahan Gunungpati, Jagalan, Plalangan, Sukorejo, dan Jatirejo. ”Dalam satu bulan setidaknya bisa menghasilkan 200 lembar batik. Saya memang memberdayakan masyarakat untuk ikut berperan pembuatan batik,” tambah Marheno.

Di luar dugaan batik mangrove karya Zie Batik mendapatkan sambutan positif. Publik tertarik, karena batik mangrove warnanya tajam, natural dan menarik. Motifnya pun mengangkat ikon Semarang, dan memiliki filosofi mengajak masyarakat untuk cinta mangrove. ”Kami tahu, Semarang terkenal dengan rob dan mangrove. Dari situ, mestinya mangrove harus dijaga karena selain bisa mengatasi rob juga memiliki nilai jual,” tambahnya.

Batik yang dihasilkan Zazilah dan Marheno cukup beragam. Di antaranya batik dengan motif ikon Kota Semarang. Tugu Muda, Lawang Sewu, Simpanglima, Warak dan sejumlah motif lain. Saat ini, Zie sedang mengembangkan batik berbahan dan bermotif mangrove. Zie Batik juga memproduksi batik legenda. ”Tidak sekadar batik, motifnya bercerita tentang kisah para legenda. Seperti Sangkuriang, 7 Bidadari, Damarwulan dan sejumlah legenda lain,” tambahnya. (*/ton/ce1)