Dua Warga Malah Ditahan



3570

SEMARANG – Insiden bentrok yang melibatkan oknum anggota polisi yang diduga mabuk di Karaoke Wael’s, Jalan Medoho Raya, Kelurahan Kalicari, Kecamatan Pedurungan, Kota Semarang, berimbas panjang. Kedua belah pihak yang terlibat bentrok saling melapor. Dua warga malah justru ditetapkan menjadi tersangka dan telah ditahan. 


Dua warga yang dijadikan tersangka tersebut masing-masing Ponco Agung Samudra, 33, warga Jalan Peterongan Tengah II No 396 A RT 2/RW 01 Semarang Selatan, dan Wahyu Purbowo 37, warga Jalan Cempedak Utara 1 NO 6 C RT 3/RW 1 Lamper Lor Semarang Selatan. Keduanya yang merupakan petugas keamanan di karaoke tersebut dijerat Pasal 170 KUHP tentang tindak pidana pengeroyokan dengan ancaman penjara maksimal 5 tahun. 


Hal itu dibenarkan oleh Kapolsek Pedurungan, AKP Hendra. Dikatakannya, pihaknya hanya menangani kasus pidana yang dilaporkan di Polsek Pedurungan. ”Dua tersangka (Ponco dan Wahyu, Red) sudah ditahan,” katanya. 


Dalam hal ini, lanjutnya, Ponco dan Wahyu ditetapkan tersangka karena memenuhi unsur pidana sebagaimana dilaporkan oleh pihak Aipda M. Basori, 41, warga Desa Sidorejo RT 03/RW 05 Sayung Demak, anggota unit Teknologi Informasi (TI) Polrestabes Semarang. ”Penetapan tersangka diperkuat hasil visum dari RSUD Ketileng,” tandasnya. 


Sedangkan terkait laporan balik yang dilakukan oleh pihak Ponco dan Wahyu, terhadap Aipda M. Basori, Hendra mengaku akan menindaklanjuti dan akan memeriksa lebih lanjut. ”Sudah semestinya setiap laporan yang masuk kami tindaklanjuti,” ungkapnya.


Terkait dugaan pelanggaran disiplin yang dilakukan Basori, Hendra enggan berkomentar. ”Itu ditangani Polrestabes. Kami hanya menangani dugaan pidananya saja,” katanya.  


Terpisah, Kasi Propam Polrestabes Semarang Kompol Sugito saat dimintai komentar wartawan mengatakan, pihaknya masih mendalami penyidikan terkait dugaan pelanggaran disiplin yang dilakukan Basori. Ia mengaku, hasil pemeriksaan sementara belum mengarah ke pelanggaran disiplin. ”Belum mengarah ke situ (dugaan oknum polisi tersebut mabuk, Red),” katanya. 


Sedangkan Kasubag Humas Polrestabes Semarang Kompol Willer Napitupulu mengatakan, hingga kemarin, Basori masih diperiksa oleh tim penyidik Propam di Mapolrestabes Semarang. Sebelumnya, Basori diduga terlibat bentrok di tempat hiburan malam Karaoke Wael’s, Jalan Medoho Raya, Kelurahan Kalicari, Kecamatan Pedurungan, Kota Semarang, Selasa (16/9), sekitar pukul 22.00.


Kuasa Hukum Ponco dan Wahyu, Tony Triyanto mengatakan, oknum polisi tersebut dalam kondisi mabuk akibat terpengaruh minuman keras. Awalnya ia sedang duduk-duduk di lantai 2, tapi tanpa alasan jelas kemudian membuat onar hingga terjadi bentrok dengan petugas keamanan karaoke setempat. 


Petugas keamanan karaoke Ponco dan Wahyu tersebut mengaku menjadi korban pemukulan oleh oknum polisi bersama rekan-rekannya hingga mengalami memar. Di antaranya di wajah dan leher. ”Entah apa sebabnya, oknum tersebut tiba-tiba marah-marah kepada pengunjung dan petugas keamanan dengan mengucapkan kata-kata kasar,” terang Tony.


Setelah itu, petugas keamanan karaoke setempat bermaksud mengamankan karena terjadi keributan. Namun oknum polisi tersebut justru menantang dan mengeluarkan kata-kata kasar. ”Klien kami mengamankan dan membawa oknum polisi tersebut ke lantai bawah (ke lantai 1). Saat turun itu, tiba-tiba disambut beberapa orang yang diduga teman oknum polisi itu. Setelah itu terjadilah pemukulan terhadap klien kami,” katanya. Kendati demikian, Basori justru melaporkan dua petugas keamanan karaoke Ponco dan Wahyu di Mapolsek Pedurungan. (mg5/ton/ce1)