Rakernas untuk Ubah Pola Pikir Kader

365
GELADI RESIK: Para penari dari jurusan seni tari Universitas Negeri Semarang (Unnes) berlatih menari Gado-gado Semarangan saat geladi resik pembukaan Rakernas IV PDI Perjuangan di Marina Convention Centre (MCC), kemarin. Rakernas akan dibuka hari ini dan berlangsung hingga Minggu (21/9). (Ricky Fitriyanto/Radar Semarang)
GELADI RESIK: Para penari dari jurusan seni tari Universitas Negeri Semarang (Unnes) berlatih menari Gado-gado Semarangan saat geladi resik pembukaan Rakernas IV PDI Perjuangan di Marina Convention Centre (MCC), kemarin. Rakernas akan dibuka hari ini dan berlangsung hingga Minggu (21/9). (Ricky Fitriyanto/Radar Semarang)
GELADI RESIK: Para penari dari jurusan seni tari Universitas Negeri Semarang (Unnes) berlatih menari Gado-gado Semarangan saat geladi resik pembukaan Rakernas IV PDI Perjuangan di Marina Convention Centre (MCC), kemarin. Rakernas akan dibuka hari ini dan berlangsung hingga Minggu (21/9). (Ricky Fitriyanto/Radar Semarang)

SEMARANG – Rapat Kerja Nasional (Rakernas) IV PDI Perjuangan akan dijadikan momentum untuk mengubah pola pikir para kader dari semua partai yang berada di luar pemerintahan menjadi partai yang mendukung pemerintah. Tak hanya itu, melalui Rakernas pertama setelah memenangi Pileg dan Pilpres ini, PDI Perjuangan ingin menyolidkan tiga pilar partai yang terdiri atas eksekutif, legislatif, dan struktur partai.

Sekjen DPP PDI Perjuangan Tjahjo Kumolo mengatakan perubahan arah partai sudah menjadi konsekuensi setelah mendapatkan kepercayaan politik dari masyarakat Indonesia dengan meraih kemenangan di Pileg dan Pilpres. ”Setelah selama 10 tahun di luar pemerintah, saat 20 Oktober nanti saat pemerintahan dipimpin Jokowi, partai perlu mengubah sebuah keputusan. Dalam forum Rakernas ini akan diputuskan PDI P sebagai partai pemerintah,” katanya di sela memantau langsung persiapan Rakernas.

Politisi dari dapil Jateng I tersebut menyatakan hal itu penting karena PDI Perjuangan mempunyai struktur partai mulai pusat sampai ke kelurahan/desa, serta memiliki anggota DPR RI hingga DPRD Kabupaten/Kota. Selain itu, juga memiliki kepala daerah dari gubernur sampai bupati/wali kota. Saat ini, PDI Perjuangan juga memiliki Presiden dan Wapres. Dengan kondisi tersebut, Tjahjo berharap soliditas partai harus bisa sinkron hingga ke daerah dalam mengambil keputusan politik. ”Karena keputusan politik yang diambil menyangkut kemaslahatan masyarakat, dan peningkatan pembangunan,” katanya.

Rakernas IV PDI Perjuangan yang digelar di Marina Convention Centre (MCC) akan mengusung tema ”Berjuang untuk Kesejahteraan Rakyat” dan subtema ”Mengisi Tahun Kemenangan dengan Jalan Trisakti”. Siang ini Rakernas akan dibuka oleh Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri dan malamnya diisi paparan visi misi serta program aksi Presiden terpilih Joko Widodo. Akan hadir pula Wapres terpilih Jusuf Kalla, Ketua DPP PDI Perjuangan Puan Maharani, dan sejumlah pengurus DPP. Rakernas akan diikuti 1.600 orang dari perwakilan DPD, dan DPC se-Indonesia.

Lebih lanjut Tjahjo Kumolo menegaskan, hingga kini PDI Perjuangan beserta partai pendukung koalisi Jokowi-JK, terus mengintensifkan komunikasi politik dengan kalangan parpol untuk mencairkan situasi. Lobi politik dilakukan oleh para pemimpin parpol termasuk Jokowi langsung. ”Perubahan konstelasi politik nasional nanti, dapat dilihat pada saat pembukaan Rakernas  di Semarang, besok (hari ini, Red),” tegasnya.

Menurutnya, kehadiran para elite parpol di Koalisi Merah Putih pada pembukaan Rakernas setidaknya bisa menjadi sinyal semakin cairnya situasi politik. Meski komunikasi politik dilakukan intens, namun Tjahjo menegaskan, prinsip tanpa syarat tetap dipegang. Lobi politik dilakukan tanpa ada tawar-menawar kursi menteri.

Sebenarnya, tambah Tjahjo, semua parpol merupakan mitra bagi PDI Perjuangan, dengan tujuannya untuk menyejahterakan masyarakat. Meski demikian, apakah semua parpol setuju dengan prinsip tersebut, semua terserah partai masing-masing. ”PDIP tak bisa memaksa, namun PDIP berharap akan ada titik temu antarparpol,” katanya

Ketua Steering Committee (SC) Rakernas IV PDI Perjuangan Andreas Pareira menambahkan pidato Ketua Umum sebelum membuka Rakernas akan sekaligus menjadi paparan ke publik perubahan haluan politik partai. ”Selain berperan ke luar sebagai partai pemerintah juga ke dalam mengikat semua kader untuk mulai mengubah mindset,” ujarnya.

Ketua DPD PDI Perjuangan Jateng Heru Sudjatmoko mengatakan Jateng tidak punya target khusus dalam pelaksanaan Rakernas ini. Meski begitu, provinsi ini diharapkan menjadi model adanya kerja sama 3 pilar. ”Kami kan punya banyak kader di eksekutif mulai gubernur sampai bupati/wali kota, di legislatif yaitu fraksi, dan struktur partai. Bagaimana agar tetap solid membawa setiap daerah sukses dalam arti sukses bersama rakyat,” tandasnya. (ric/ton/ce1)