Remaja Perempuan Diduga Dimutilasi

356

mutilasi2
GENUK – Mayat diduga manusia dalam kondisi tubuh hancur terpotong-potong ditemukan di Polder Trimulyo RT 4/RW 2 Kelurahan Trimulyo, Kecamatan Genuk, Kamis (18/9) petang. Mayat tersebut diduga adalah seorang remaja perempuan diperkirakan berumur belasan tahun. Jasad tersebut diduga korban pembunuhan dengan cara mutilasi. 


Penemuan dugaan mayat manusia tersebut menggemparkan warga setempat. Hingga pukul 20.00, ratusan warga masih berkumpul di lokasi penemuan. 


Kendati demikian, pihak kepolisian masih menunggu hasil forensik untuk memastikan temuan tersebut mayat manusia atau bukan. Termasuk mengenai jenis kelaminnya. Sebab, kondisinya hancur terpotong-potong secara terpisah di sepanjang aliran polder Trimulyo, kurang lebih sepanjang 100 meter.


Kondisi potongan daging dan tulang tersebut dalam kondisi mengapung di genangan air polder. Di antaranya potongan kaki yang masih terlihat jarinya, potongan paha terbungkus plastik, tangan, punggung, jeroan atau organ tubuh bagian dalam, dan sejumlah potongan tubuh lain yang kondisinya telah melepuh. 


Potongan mayat tersebut kali pertama dilaporkan oleh Joni Sujarmin, 44, seorang petugas Linmas yang tinggal di Perumahan Linmas RT 5 RW 1 Genuk, Semarang, pukul 17.00. ”Awalnya saya mendapat laporan dari sejumlah anak-anak yang sedang bermain,” kata Joni ditemui di lokasi kejadian, tadi malam. 


Anak-anak tersebut masing-masing Umar, Amir, dan Gilang usai main kelereng. Menerima informasi tersebut, Joni bergegas menyisir di sungai polder Trimulyo tersebut. ”Ternyata benar, saya mendapati potongan tubuh manusia. Pertama kali yang saya temukan potongan kaki pukul 17.00 di bawah jembatan. Sedikitnya ada 6 potongan tubuh di tempat terpisah di sepanjang polder hingga ke samping pompa,” ungkapnya.  


Menurut Joni, potongan tersebut merupakan tubuh manusia. Meski sudah hancur terpotong-potong, dan dalam kondisi melepuh. Namun masih terlihat jari kaki yang ada kukunya. ”Dilihat dari bentuk lentik jari kaki dan telapaknya, sepertinya itu berjenis kelamin cewek. Kakinya kecil, diperkirakan berusia remaja belasan tahun,” ungkap pria yang juga mantan sopir taksi itu. 


Sontak penemuan tersebut menggemparkan. Joni langsung melaporkan ke Mapolsek Genuk. Tak lama kemudian tim Inafis Polrestabes Semarang dan Polsek Genuk tiba di lokasi kejadian memasang police line di sepanjang kali polder. ”Kami menduga masih ada potongan tubuh yang lain. Besok kami lanjutkan mencari lagi,” imbuhnya.


Wakasat Reskrim Kompol Sukiono yang juga tiba di lokasi kejadian mengaku masih menunggu hasil forensik untuk memastikan apakah penemuan tersebut benar tubuh manusia atau bukan. ”Nanti lah, masih menunggu hasil forensik,” katanya. 


Kapolsek Genuk AKP Ifan Taufik mengatakan, pihaknya telah menerjunkan tim untuk menelusuri penemuan potongan yang diduga tubuh manusia tersebut. ”Kami tidak bisa langsung menyimpulkan itu korban mutilasi. Kami masih mengidentifikasi dan melakukan penyelidikan lebih lanjut,” ujarnya. (mg5/ton/ce1)