Kejari Tangkap Buron di Gresik

372
APES : Terpidana Djoko Mulyono (jaket hitam) saat digelandang Tim Kejari Semarang untuk segera dieksekusi ke Lapas Kedungpane Semarang, kemarin. (AHMAD FAISHOL/RADAR SEMARANG
)
APES : Terpidana Djoko Mulyono (jaket hitam) saat digelandang Tim Kejari Semarang untuk segera dieksekusi ke Lapas Kedungpane Semarang, kemarin. (AHMAD FAISHOL/RADAR SEMARANG
)
APES : Terpidana Djoko Mulyono (jaket hitam) saat digelandang Tim Kejari Semarang untuk segera dieksekusi ke Lapas Kedungpane Semarang, kemarin. (AHMAD FAISHOL/RADAR SEMARANG
)

KALIBANTENG KULON–Djoko Mulyono, 48, buron terpidana kasus tindak pidana korupsi Dana Program Penanggulangan Kemiskinan Perkotaan  (P2KP) pada BKM Bangun Sejahtera Kelurahan Mangunharjo Kota Semarang berhasil ditangkap oleh petugas gabungan di Gresik Jawa Timur.
Kepala Kejari Semarang Abdul Azis mengatakan, terpidana berhasil diamankan tim intelijen yang terdiri atas Kejari Semarang bekerjasama dengan Kejaksaan Agung dan Kejaksaan Tinggi (Kejati) Jawa Timur di rumah kontrakannya di Perum Greenhill Blok J 3/29 Gresik pada Jumat (19/9) sekitar pukul 19.05.
“Pada saat kami mengetok pintu rumahnya, benar yang keluar dia. Akhirnya langsung kami tangkap dan kami bawa ke Semarang untuk dieksekusi,” kata Azis didampingi Kepala Seksi Pidana Khusus Kejari Semarang, Arifin Arsyad.
Azis menambahkan, Djoko diketahui menjadi buronan sejak 2012. Selama kurang lebih dua tahun, warga Perumahan Polri Durenan Indah, Kelurahan Mangunharjo, Kecamatan Tembalang, Kota Semarang itu selalu berpindah-pindah tempat tinggal. Hingga akhirnya berhasil ditangkap setelah melalui proses pemantauan yang panjang.
“Dia ditangkap karena melakukan komunikasi dengan pihak keluarga. Tim mencatat sinyalnya, kemudian diketahui lokasi ia menelpon,” imbuh Kepala Seksi Intelijen Kejari Semarang, Dadang Alex.
Sebelum dieksekusi, Djoko sempat ditemani sang istri di kantor Kejari Semarang. Sekitar pukul 10.00, Djoko langsung dibawa mobil Kejaksaan untuk segera dijebloskan ke dalam Lembaga Pemasyarakatan (LP) Kedungpane Semarang.
Untuk diketahui, Djoko merupakan Direktur CV Jejaring Kamardhikan Forestry yang menjadi buronan Kejari Semarang atas hukuman satu tahun yang dijatuhkan Mahkamah Agung (MA) dengan nomor putusan 132 K/Pid.Sus/2012 tertanggal 28 Maret 2012 jo Putusan PT Jateng No 415/Pid/2010/PT.Smg tertanggal 16 Desember 2010.
Dalam kasus ini, sebenarnya ada tiga orang terpidana. Dua lainnya sudah menjalani masa pemidanaan. Adalah Suparman, 60, yang sebelumnya telah menyerahkan diri dan Win Eldiana Hindiastuti, 53, yang juga sempat buron dan berhasil ditangkap.
Ketiganya dinyatakan bersalah melakukan tindak pidana korupsi pada proyek P2KP tahun 2003-2004. Uang P2KP diberikan melalui bantuan Departemen Pemukiman dan Prasarana Wilayah sebesar RP 100 juta. Rp 69 juta di antaranya dikorupsi secara bersama-sama. (fai/ida)