Barang Peserta Banyak yang Hilang

311

SEMARANG – Pelaksanaan Jateng Fair 2014 di kawasan PRPP Jateng yang berlangsung 29 Agustus–14 September lalu menyisakan masalah. Sejumlah peserta usaha kecil dan menengah (UKM) yang mengikuti agenda itu mengeluhkan banyaknya barang yang hilang saat pelaksanaan. Kuat dugaan, pelaku pencurian merupakan orang dalam yang bisa dengan bebas masuk akses kawasan tersebut.
Penanggung jawab stan Asosiasi UKM Jateng, Noermaya saat dikonfirmasi membenarkan kejadian itu. Satu hari sebelum penutupan, Jumat (12/9) berbagai barang di sejumlah stan banyak yang hilang. Mulai dari tas, dompet serta sejumlah barang dagangan seperti kain batik. ”Sebagian besar stan mengeluhkan adanya barang yang hilang. Padahal ini kan event Jateng, tapi keamanan kurang,” katanya.
Noermaya menambahkan, peserta yang mengikuti event itu pun banyak yang mengeluh dan protes. Ia bahkan mempertimbangkan keikutsertaannya dalam event tahunan itu tahun depan. Selain respek masyarakat kurang antusias, peserta masih dirugikan dengan banyak barang yang hilang. ”Kami ikut bukan karena omzet, toh nyatanya antusias masyarakat tidak besar. Banyak yang ikut karena bentuk ingin mengenalkan produk Jateng,” tambahnya.
Owner Trasty Batik, Naneth A Ekopriyono mengaku kehilangan sejumlah barang dagangan. Di antaranya 4 dompet batik, 1 tas kulit batik, dan 1 kain batik. Stannya kehilangan mencapai Rp 2 jutaan. Menurutnya hilangnya barang itu merupakan bentuk kelalaian dari pelaksana Jateng Fair 2014. ”Saya sudah memprotes insiden hilangnya barang dagangan ke panitia. Panitia berjanji akan mengganti sejumlah barang yang hilang melalui dinas terkait,” tambahnya.
Sementara itu, Direktur Utama PT PRPP Jateng, Titah Listyorini menambahkan, berbagai barang milik peserta UKM yang hilang bertempat di Balai Merbabu. Saat ini kasus pencurian itu sudah dilapokan ke Mapolsek Semarang Barat. Ada indikasi kuat, pelaku pencurian merupakan orang dalam. (fth/ida/ce1)