Tujuh Calhaj Meninggal Dunia

282

SEMARANG – Tujuh tujuh calon jamaah haji (Calhaj) asal embarkasi Solo meninggal dunia sebelum menyelesaikan rukun ibadah haji. Rata-rata jamaah yang meninggal dunia karena faktor usia dan berbagai faktor lain. Lima jamaah merupakan calhaj asal Jawa Tengah, dan dua lainnya dari Jogjakarta.
”Tercatat sudah ada tujuh calhaj yang meninggal dari embarkasi Solo. Ada yang meninggal di Madinah dan ada yang di Makkah,” kata Kepala Bidang Haji dan Umrah Kantor Wilayah Kementerian Agama (Kemenag) Jateng, Noor Badi.
Calhaj Jateng yang meninggal berasal dari sejumlah daerah. Yakni dua orang dari Batang, satu dari Pekalongan, satu dari Pati, dan satu dari Tegal. Ia mengaku masih belum bisa memastikan penyebab meninggalnya calon jamaah haji tersebut. Mereka yang meninggal langsung dimakamkan di lokasi, seperti di Madinah ataupun di Makkah. ”Semua yang meninggal langsung dimakamkan di sana,” imbuhnya.
Dari embarkasi Solo setidaknya sudah memberangkatkan sebanyak 54 kloter dari total 71 kloter calhaj yang diberangkatkan. Pemberangkatan masih terus berlangsung sampai 28 September mendatang. Tahun 2014, dicatat setidaknya ada enam calhaj yang membatalkan berangkat karena dalam kondisi hamil atau sakit. ”Untuk yang sakit masih dirawat di rumah sakit di Solo. Jika sudah sembuh dan masih memungkinkan akan langsung diberangkatkan,” kata Kepala Kantor Wilayah Kemenag Jateng, Khoiruddin.
Ia menambahkan, semua calhaj di embarkasi Solo pasti akan diberangkatkan. Kecuali bagi mereka yang sakit dan dalam kondisi hamil. Pihaknya pun menjamin semua kebutuhan calhaj terpenuhi selama menjalankan ibadah suci haji. ”Setiap tahun setidaknya ada 325 petugas yang diberangkatkan. Setiap kloter ada lima petugas yang mendampingi,” tambahnya. (fth/ida/ce1)