Lawangsewu Dipugar, Tak Ubah Bentuk Asli

315
DIPERCANTIK: Gedung B, D dan E Lawangsewu direnovasi tanpa mengubah bentuk asli dan nilai-nilai historis. (ADITYO DWI/RADAR SEMARANG)
DIPERCANTIK: Gedung B, D dan E Lawangsewu direnovasi tanpa mengubah bentuk asli dan nilai-nilai historis. (ADITYO DWI/RADAR SEMARANG)
DIPERCANTIK: Gedung B, D dan E Lawangsewu direnovasi tanpa mengubah bentuk asli dan nilai-nilai historis. (ADITYO DWI/RADAR SEMARANG)

SEKAYU – Lawangsewu sebagai ikon Kota Semarang yang selalu menarik perhatian banyak wisatawan, kembali berbenah. Dengan anggaran Rp 1,6 miliar, gedung tua yang mengukir sejarah masa lampau ini, direnovasi tanpa menghilangkan nilai-nilai historis.
Menurut Pengawas Pelaksanaan Perbaikan Lawang Sewu, Widya Wijayanti, perbaikan dilakukan di 3 gedung sekaligus. Yakni, Gedung B yang mengadap Jalan Pemuda dan gedung bagian belakang yang dulu digunakan ruang istirahat.
”Perbaikan ini, kategorinya bukan renovasi. Kalau renovasi harus melibatkan arsitek dan memberikan tambahan-tambahan pada bagian gedung. Tapi ini hanya pengecatan ulang, memplester yang retak dan memperbaiki talang yang rusak,” tandasnya.
Dalam perbaikan ini, imbuhnya, juga mengganti beberapa ubin yang mengalami kerusakan. ”Ubin tidak diganti dengan yang baru, melainkan diganti dengan ubin yang sama dengan tujuan tidak mengubah nilai histories. Selain itu, tetap mempertahankan bentuk saat didirikan atau status semula pada era yang diketahui datanya,” paparnya.
Sedangkan Manager Museum PT KAI, Sapto Hartoyo menambahkan bahwa perbaikan gedung Lawangsewu ini meliputi gedung B, D dan E yang ditargetkan selesai tahun 2014 ini.
”Tidak semuanya dilakukan renovasi. Hanya gedung-gedung tertentu yang kerusakannya tidak parah. Misal, catnya yang sudah terkelupas,” ungkapnya.
Dalam renovasi gedung tersebut beberapa pekerja menggunakan alat bantu berupa tangga untuk bisa naik ke atas. Tidak hanya tembok yang rusak, tetapi juga daun pintu yang telah terkelupas catnya, sehingga perlu adanya pengecatan kembali.
Lebih lanjut, Sapto mengatakan untuk tingkat kerusakan gedung sendiri, sebenarnya tidak masuk dalam kategori parah. Tetapi hanya kerusakan kecil yang perlu perbaikan. ”Kerusakan itu memang tidak parah, hanya temboknya yang rusak serta cat pintu yang mengkelupas. Itu yang dilakukan perbaikan,” katanya.
Sapto mengaku untuk perbaikan gedung A sudah selesai dan telah diresmikan oleh Ibu Negara Ani Yudoyono beberapa waktu lalu. Sedangkan untuk pengerjaan gedung B, D dan E sudah dilakukan pada 3 bulan lalu. ”Pengerjaan renovasi ini sudah berlangsung lama sejak 3 bulan lalu,” akunya.
Untuk pengerjaan renovasi gedung itu sendiri, bukan pekerjaan rutin melainkan karena ada kerusakan yang harus diperbaiki. Sedang untuk tiap bulannya, ada anggarannya sendiri untuk maintenance. ”Jadi ada anggaran sendiri. Dan anggaran itu tidak termasuk dalam anggaran satu bulan,” imbuhnya. (den/hid/ida/ce1)