Polda Periksa Kaitan Genuk dan Grobogan

377


BARUSARI – Belum terbongkar identitas korban terduga dimutilasi di Polder Trimulyo RT 4/RW 2 Kelurahan Trimulyo, Genuk, Semarang. Kini bertambah lagi penemuan potongan tulang belulang manusia di Godong, Kabupaten Grobogan. Hal itu menambah daftar panjang bagi kepolisian jajaran Polda Jateng untuk mengungkap misteri dugaan mutilasi di dua tempat yang berbeda tersebut.
Temuan potongan tulang belulang tersebut ditemukan di galian PT JAFA di Desa Harjowinangun, Kecamatan Godong, Kabupaten Grobogan, tanggal 18 September 2014 lalu. Saat ini sejumlah tulang dari Godong tersebut masih dilakukan pemeriksaan di RS Bhayangkara Semarang. Belum diketahui apakah ada hubungan dengan temuan potongan tubuh di Genuk atau tidak.
”Tunggu pemeriksaan lebih lanjut, apakah ada hubungan dengan mutilasi Genuk atau tidak,” kata Kepala Bidang (Kabid) Kedokteran Kesehatan (Dokkes) Polda Jateng, Kombes Rini Muliawati di RS Bhayangkara Semarang.
Dikatakannya, temuan potongan tulang di Godong Grobogan tersebut jumlahnya tidak sebanyak dengan temuan potongan tubuh manusia di Genuk. ”Hanya sedikit, kami periksa dulu,” imbuhnya.
Sedangkan Kapolda Jateng, Irjen Nur Ali, saat dikonfirmasi Radar Semarang mengatakan, pihak kepolisian masih terus berusaha keras mengungkap fakta-fakta di balik misteri potongan-potongan tubuh yang tragis tersebut.
”Kami belum berhasil mengetahui identitas korban. Selama identitas (korban) belum diketahui ya sulit,” kata Nur Ali saat ditemui di Mapolda Jateng, kemarin.
Selain itu, potongan kepala korban yang menjadi organ penting dalam penyelidikan juga belum ditemukan. ”Makanya, tolong bantu informasikan agar masyarakat yang merasa kehilangan anggota keluarganya segera melapor ke kepolisian,” tandasnya.
Dijelaskan Kapolda, sejauh ini pihaknya telah melibatkan tim ahli forensik, baik dari umum maupun yang tergabung dalam Disaster Victim Identification (DVI) Bidang Kedokteran Kesehatan (Dokkes) Polda Jateng. ”Informasi masyarakat yang masuk itu akan sangat berguna (untuk mengungkap kasus mutilasi, Red),” imbuhnya.
Kendati masih kesulitan mengungkap, Nur Ali masih optimistis bahwa seluruh anggota kepolisian di bawah jajarannya akan berhasil mengungkap kasus tersebut. ”Sepandai-pandai penjahat, pasti meninggalkan jejak,” tandasnya.
Sedangkan Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Jateng, Kombes Pol Purwadi Ariyanto menjelaskan, belum ditemukannya kepala korban dan belum adanya masyarakat yang melapor kehilangan anggota keluarga, sulit melakukan identifikasi korban. ”Apalagi kondisinya (potongan tubuh, Red) hancur. Sangat sulit melakukan identifikasi sidik jari,” ungkapnya.
Lebih lanjut dikatakan, hal paling penting dan pertama yang harus dilakukan pihak kepolisian adalah mengungkap siapa korban tersebut. ”Baru setelah itu, dikembangkan untuk mengungkap siapa pelakunya,” tandas Purwadi.
Jika identitas korban sudah diketahui, kepolisian bisa mengembangkan melalui teman terdekat korban. ”Teman dekat korban adalah orang yang mengetahui seluk-beluk aktivitas korban. Makanya saat ini fokus mengungkap identitas korban,” imbuhnya.
Sementara itu, Kapolsek Genuk, AKP M. Ifan Hariyat, mengaku bahwa pihaknya bersama tim khusus terus melakukan pencarian potongan tubuh yang belum ditemukan seperti kepala dan lain-lain. Hingga Rabu (24/9) kemarin, pencarian potongan tubuh yang lain masih terus dilakukan.
”Kami masih terus mencari potongan-potongan tubuh yang lain. Sore ini (kemarin, Red) kami kembali menguras kolam retensi lokasi ditemukan potongan-potongan tubuh, dibantu masyarakat sekitar,” katanya.
Selain itu, meski sudah dilakukan sejumlah upaya publikasi melalui pemberitaan media, pihaknya juga melakukan pengumuman melalui pengeras masjid ataupun bekerja sama dengan sejumlah organisasi masyarakat.
”Hampir setiap hari, sejak ditemukan kurang lebih sepekan lalu, kami terus melakukan koordinasi dengan jajaran Polrestabes Semarang,” ujarnya.
Sementara ini, lanjut Ifan, pihaknya memang sempat menerima laporan masyarakat terkait orang hilang. Di antaranya seorang wanita bernama Jumiati, 65, warga Jawa Timur. ”Tapi kami menemukan keanehan dalam surat-surat tersebut. Di antaranya ada pernyataan dari Kapolda Jatim,” terangnya.
Selain itu, laporan kehilangan anggota keluarga juga masuk di Polsek Semarang Barat. Orang hilang tersebut berjenis kelamin laki-laki. Ia pergi dengan membawa mobil.
Sebelumnya, temuan potongan tubuh yang diduga korban pembunuhan mutilasi di Polder Trimulyo RT 4/RW 2 Kelurahan Trimulyo, Kecamatan Genuk, Kamis petang (18/9), teridentifikasi terdiri atas dua tubuh manusia.
Hal itu teridentifikasi setelah tim Polda Jateng melakukan penelitian forensik sementara, yang dilakukan di RS Bhayangkara Semarang. Berdasarkan data serta potongan-potongan yang diterima dari RSUP dr Kariadi, kemudian diserahkan ke RS Bhayangkara, terdiri atas dua pinggul, yakni pinggul utuh dan pinggul kiri. ”Artinya, kemungkinan besar ada dua orang. Mengenai jenis pinggulnya satu laki-laki, satu lagi perempuan,” ungkap Kepala Bidang Dokkes Polda Jateng, Kombes Rini Muliawati.
Sementara ini, pihaknya menerima sebanyak sembilan kantong potongan tubuh manusia. Di antaranya potongan kulit, tangan, kaki, pinggul utuh, pinggul kiri dan lain-lain. Pemeriksaan lanjutan tersebut dilakukan di RS Bhayangkara dengan pertimbangan agar mempermudah tes DNA.
Sebelumnya, tim Inafis Polda Jateng yang melakukan penyisiran di lokasi penemuan potongan tubuh, Jumat (19/9) lalu, menemukan sebuah kain jarit batik berukuran 2 meter. Terdapat bekas sayatan benda tajam di kain jarit tersebut. Besar kemungkinan korban tewas dibunuh. (mg5/ida/ce1)