Jernihkan Air Kemasan dengan Jerami Nanokomposit

673
KREATIF: Imam Pesuwaryantoro (kiri) dan Steven Suhandono (kanan) sedang mempratikkan cara kerja Jerami Nanokomposit dalam botol kemasan sehingga air kembali jernih. (Eko Wahyu Budiyanto/Radar Semarang)
KREATIF: Imam Pesuwaryantoro (kiri) dan Steven Suhandono (kanan) sedang mempratikkan cara kerja Jerami Nanokomposit dalam botol kemasan sehingga air kembali jernih. (Eko Wahyu Budiyanto/Radar Semarang)
KREATIF: Imam Pesuwaryantoro (kiri) dan Steven Suhandono (kanan) sedang mempratikkan cara kerja Jerami Nanokomposit dalam botol kemasan sehingga air kembali jernih. (Eko Wahyu Budiyanto/Radar Semarang)

Tingginya penggunaan botol plastik, telah menyumbangkan 100 juta ton/bulan sampah plastik yang sulit diatasi. Bahkan adanya reaksi kimia antara air dan botol plastik, bisa menyebabkan penyakit. Hal tersebut yang mendasari mahasiswa lintas jurusan menciptakan filter dalam botol kemasan untuk menjaga kejernihan air, dengan nama Jerami Nanokomposit. Seperti apa?

EKO WAHYU BUDIYANTO

BAGI masyarakat dengan mobilitas tinggi, menggunakan botol air minum adalah keniscayaan. Apalagi medan atau aktivitas yang dilakukan jauh dari pusat perbelanjaan air minum dalam kemasan. Terutama masyarakat di bidang pariwisata, traveling, hiking, militer dan kepramukaan.
Namun harus hati-hati. Ada dampak buruk penggunaan kemasan air minum plastik seperti jenis PET. Pasalnya, penggunaan yang berulangkali, bisa meningkatkan atau adanya kontak suhu langsung terhadap matahari selama 2-3 jam menyebabkan reaksi kimia yang dapat menimbulkan virus dan bakteri. Virus dan bakteri ini muncul akibat sisa-sisa dari proses sterilisasi pabrik yang ternyata juga meninggalkan unsur dalam botol plastik. Bisa menyebabkan penyakit, bagi yang meminumnya.
Di sisi lain, kondisi kekinian sumber air tanah dangkal, banyak yang sudah terkontaminasi. Bahkan, tiap tahunnya diperburuk adanya efek samping dari penguraian pupuk pestisida dalam unsur hara tanah mengakibatkan setidaknya 55 persen kualitas air tanah dangkal tercemar bakteri e collie, salmonella, besi yang tinggi dan berbau.
Berangkat dari keprihatinan tersebut itulah, tiga mahasiswa lintas jurusan Universitas Diponegoro (Undip) melakukan penelitian hingga menemukan Inovasi Filtrasi Tutup Botol Jenaka (Jerami Nanokomposit). Adalah Imam Pesuwaryantoro, mahasiswa Teknik Sipil 2010; Steven Suhandono, mahasiswa Kimia Murni 2011; dan Ilham Akbar Sukmawan, mahasiswa Teknik Elektro 2010.
Menurut Steven, Jerami Nanokomposit merupakan filter catridge yang bisa dipasang pada semua jenis diameter air minum dalam kemasan plastik. Filter tersebut berfungsi menjaga kejernihan air dalam kemasan, sehingga tetap sehat bagi yang meminumnya.
”Ketika material penjernihan air dalam kemasan mulai jenuh, mampu diaktivasi kembali dengan menggunakan sistem fotokatalis. Salah satu caranya dengan menyinari material penjernihan air terhadap matahari/lampu UV sebagai rechargeable adsorbent agar polutan atau logam berat yang tertahan di permukaan filter mampu teroksidasi dengan baik,” katanya.
Dijelaskan Imam juga, penemuan tersebut telah didaftarkan dan bersaing dengan 875 proposal dalam lomba dengan tropi Kementerian Lingkungan Hidup RI kategori Inovasi Teknologi Air dan Aplikasinya Tingkat Nasional yang diselenggarakan oleh Universitas Islam Indonesia Jogjakarta pada 19–21 September 2014.
Dari ratusan yang mendaftar, akhirnya hanya diambil 10 besar grand finalis nasional. Dan Tim Generasi Synergy Undip Semarang, kata Imam, terpilih 10 besar sehingga dapat mempresentasikan hasil penemuan produk inovasi teknologi penjernihan air kepada dewan juri yang notabene adalah doktor, praktisi dan pengusaha air minum mineral terkemuka.
Menurut Imam, dari partisipasinya di kompetisi teknologi air tersebut akan terjalin inovasi pengembangan produk para peneliti muda dengan BUMN maupun BUMD. Di antaranya, dengan Perusahaan Air Minum (PAM), PAMSIMNAS maupun dengan pengusaha air minum dalam kemasan. ”Hasil penelitian mahasiswa ini bisa dimanfaatkan kalangan industri nasional. Sekaligus menyiapkan SDM Teknopreneur Muda Indonesia tahun depan agar dapat bersaing di Asean Economic Community 2015,” imbuhnya. (*/ida/ce1)