Mustofa Kerap Goda Cewek

430

REKONTRUKSI GRAHA ESTESTIKA-ADIT (6)

PEDALANGAN – Mustofa, 26, sang kuli bangunan, tersangka pem­bunuhan mahasiwi Undip, Ina Winarni, 21, ternyata suka menggoda cewek di perumahan elite Perumahan Graha Estetika, Jalan Raya Estetika, Kelurahan Pedalangan, Banyumanik, Semarang.
”Dia sering menggoda cewek-cewek yang melintas di gang perumahan,” kata Ima, tetangga korban bersama warga lain saat menyaksikan rekonstruksi di lokasi kejadian di Perumahan Graha Estetika, Jalan Raya Estetika Blok G nomor 26, Kelurahan Pedalangan, Banyumanik, Semarang, Senin (29/9).
Tersangka dikenal warga, memiliki karakter usil. Selain menggoda perempuan, Mustofa sebagai pekerja bangunan yang statusnya pendatang, juga berani marah-marah terhadap warga.
Mustofa sendiri sempat mengancam warga, saat dikeler oleh Tim Res­mob Polrestabes Semarang, pada 14 September 2014 lalu di lokasi kejadian. ”Dia sempat mengancam warga, saat para tetangga korban mendekati. Dia malah menanyai warga dari blok mana, agamanya apa,” kata Ima.
Karena itulah, sejumlah warga marah melihat ekspresi tersangka yang melakukan pembunuhan sadis tersebut. Atas kejadian pembunuhan mengerikan yang terjadi 9 September 2014 itu, warga sepakat tidak akan memperbolehkan kuli bangunan menginap di Perumahan Graha Estetika. ”Warga sudah melakukan rapat bersama pengelola. Semua yang masuk harus meninggalkan identitas,” tandasnya.
Ima bersama warga yang lain berharap, pelaku pembunuhan sadis tersebut dihukum seberat-beratnya agar tidak terulang lagi. ”Dihukum mati saja, takutnya setelah bebas datang lagi,” katanya.
Dalam rekonstruksi yang berlangsung mulai pukul 11.30 tersebut, Mustofa memperagakan sebanyak 17 adegan sesuai pengakuan di hadapan penyidik. Setiap adegan dicatat dan dilakukan pendokumentasian foto, disaksikan Jaksa Penuntut Umum (JPU) dari Kejari Semarang.

Wakasat Reskrim Polrestabes Semarang, Kompol Sukiyono mengatakan bahwa 17 adegan telah diperagakan oleh tersangka tanpa hambatan. ”Sudah sesuai rencana, reka ulang diperlukan untuk mendukung proses pembuktian,” katanya.
Reka ulang tersebut dilakukan tersangka Mustofa sejak adegan masuk ke dalam rumah korban melewati lantai dua. Mustofa melompat dari rumah nomor 27 yang masih dalam proses pembangunan. Setelah berhasil masuk rumah korban di lantai dua, Mustofa kemudian membekap korban di dalam kamar.
”Tersangka menjerat leher dan tangan korban menggunakan tali tambang yang sengaja dibawa. Setelah itu, pelaku menyeret korban turun hingga terjatuh di tangga. Saat korban kritis, pelaku menyembunyikannya di bawah kolong tempat tidur,” terang Sukiyono.
Usai mengeksekusi korban, pelaku langsung membawa kabur motor Vario bernopol H 3288 QQ milik korban melewati pos penjagaan. ”Motor tersebut kemudian dibawa menuju SPBU tidak jauh dari lokasi. Teman tersangka sudah menunggu di SPBU,” tuturnya.
Mustofa kemudian meninggalkan motor hasil curian di SPBU dan berjalan ke bawah jembatan tol mencari tukang ojek. Dengan naik ojek, Mustofa kembali ke Perumahan Graha Estetika, tapi melewati jalan kecil agar bisa masuk ke perumahan tanpa melewati pos penjagaan.
”Setelah itu, Mustofa mengambil motor Yamaha Jupiter miliknya di rumah yang sedang dibangun. Kepada kepala tukang, ia pamit karena sakit. Mustofa langsung kabur menuju rumahnya di Kecamatan Undaan, Kudus mengendarai motornya sendiri,” katanya.
Setelah berada di Kudus, Mus­tofa kembali lagi ke Semarang untuk mengambil motor curian yang disimpan di SPBU. Kemudian dilarikan ke daerah Pati.
Namun Mustofa kemudian berhasil ditangkap. Sedangkan teman Mustofa dinyatakan tidak terlibat. Penyidik kepolisian juga telah memintai keterangan tukang ojek yang mengantarkan Mustofa.
Seperti diberitakan sebelumnya, Mustofa melakukan eksekusi pembunuhan sadis tersebut pada 9 September 2014 sekitar pukul 11.00. Ina Winarni yang dijerat lehernya menggunakan tali tambang, kemudian diseret ke lantai 1. Sempat terjatuh di tangga saat turun sehingga menyebabkan pendarahan. Korban yang tidak berdaya kemudian dimasukkan di bawah kolong tempat tidur di kamar utama. Kaki Ina di bawah kolong tidur diketahui oleh pamannya saat hendak salat Isya pada pukul 22.00. (mg5/ida/ce1)