Antisipasi Kekeringan, Pemkab Bangun Embung

354

KAJEN- Pemerintah Kabu­paten Pekalongan melalui Ba­dan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), langsung mem­bangun tempat penampung­an air di Desa Windurojo, Ke­ca­matan Kesesi, Kabupaten Pekalongan. Hal itu menyusul adanya sejumlah warga sekitar, yang terpaksa berjalan cukup jauh untuk mendapatkan air bersih.
Kabag Humas Pemkab Peka­longan, Anis Rosidi, Selasa (30/9) siang kemarin, mengatakan bahwa untuk mempermudah dalam pengambilan air di Desa Windurojo, Kesesi, kini BPBD tengah membuat penampungan air.
Adapun air yang disalurkan ke penampungan diambilkan dari sumber mata air yang terdekat, karena di Desa Windurojo kini masih terdapat 10 titik sumber mata air yang dipastikan surplus untuk memenuhi kebutuhan warga sekitar.
“Untuk di Desa Windurojo saat ini masih terdapat sepuluh sumber mata air, yang sampai saat ini suplai air masih mencukupi. Meskipun ada beberapa masyarakat untuk mendapatkan air itu, mereka harus berjalan terlebih dahulu,” terang Anis.
Anis menambahkan, mata air tersebut diantaranya, berada di Dukuh Leles tiga sumber, dan tujuh sumber lainnya berada di Dukuh Serang, Desa Windurojo. Bahkan sepuluh sumber mata air tersebut, kini surplus untuk mencukupi lima Dusun yaitu, Serang, Kutowangi, Jurangsari, Karangmoncol, dan Leles. Selain itu di Desa Windurojo, saat ini sudah dibangun embung untuk menampung air. “Sampai saat ini secara umum di Kabupaten Pekalongan, belum ada yang mengalami kekeringan, dan suplai air masih surplus,” jelas Anis.
Kepala Pelaksana BPBD Kabu­paten Pekalongan, Bambang Sujatmiko menambahkan bahwa selain membuat penampungan air menggunakan drum, pihaknya juga sudah bekerjasama, dengan Damkar dan PDAM Tirta Kajen, untuk ikut membantu dalam pengambilan air dari lingkung­an sekitar.
“Kalaupun masih ada kesulitan, maka akan disuplai air menggunakan tangki, yang diambilkan dari lingkungan sekitar. Dan ini sebagai bentuk pelayanan terhadap masyarakat, pemerintah mempermudah dalam pengambilan air,” tandas Bambang.
Sebelumnya, musim kemarau kali ini membuat sejumlah daerah mengalami kesulitan dalam mendapatkan air, seperti dialami warga Desa Windurojo, Kecamatan Kesesi. Mereka terpaksa mengangsu, dengan jalan kaki untuk mendapatkan air bersih, guna mencukupi kebutuhan dapurnya.(thd/sas)