Dinas Razia Penjual Makanan

340

Pekalongan – Dinas Perdagang­an, Industri dan Koperasi dan UMKM (Disperindagkop dan UMKM) menemukan puluhan makanan impor yang tidak berlabel halal, serta bahan makanan lain yang tak layak konsumsi. Penemuan dilakukan saat melakukan sidak dagangan yang beredar di pasar tradisional dan pasar modern di kota Pekalongan, Rabu (1/10).
Dengan menurunkan dua tim gabungan, yang masing – masing terdiri unsur kominfo, bagian hukum, pertahanan pangan, DPPK, satreskrim, BPSK, dan satpol PP. Mereka melakukukan pengawasan di pasar Banjarsari, Mall, pabrik otak-otak, Minimarket Sakpore, Pos Shop, Pasar Banyurip, Carefour, Indomart, dan Alfamart.
Pedagang kaget dengan kedatangan para petugas. Salah satunya adalah mutiah, pedagang mie basah di pasar Banjarsari. Dirinya merasa kaget saat petugas mendapati jika 4,6 Kg mie yang dijualnya ternyata mengandung formalin hingga mie tersebut dibawa petugas. “Saya justru tidak apa-apa kalau mie saya dibawa, asalkan sayanya yang tidak dibawa” kata Mutiah.
Hal serupa juga ditemukan di tempat Wati, petugas mendapatkan 5,6 Kg mie basah yang dijualnya mengandung formalin.
Mereka mengaku mie basah yang diperolehnya berasal dari produsen asal kuripan.
Selain itu, petugas juga berhasil menemukan berbagai makanan kemasan yang tidak layak konsumsi. Petugas menemukan sembilan mie instan, empat coklat, sambal kemasan, dan obat yang sudah kadaluarsa. serta puluhan makanan kemasan yang rusak kemasannya. Seluruh temuan tersebut dikumpulkan untuk dimusnahkan.
Selain itu, petugas juga menemukan puluhan makanan impor yang tidak bertuliskan bahasa Indonesia dan tidak berlabel halal. Sejumlah 11 mie gelas Shin Cup, 30 Nongshin, 38 mie Instan Wai Wai yang kesemuanya tidak berlabel halal.
Kasi Perlindungan Konsumen dan Metrologi Disperindagkop dan UMKM kota Pekalongan, Adi Purwanto menjelaskan, dari hasil temuan ini pedagang maupun pemilik toko akan diberi teguran, surat pernyataan dan jika kedapatan masih menjual produk serupa akan ditindak tegas. (mg12/sas)