Kemarau, Anak – Anak Terserang ISPA

305

KENDAL – Musim kemarau panjang tahun ini selain mengakibatkan kekeringan juga mengakibatkan sejumlah penyakit menyebar. Salah satu penyakit yang dikeluhkan warga Infeksi Saluran Pernafasan Akut (ISPA).
Salah seorang warga Mororejo, Kaliwungu, Sulastri, 28, jika anaknya yang masih balita sudah tiga hari terakhir mengalami batuk dan demam. “Setelah diperiksakan ke dokter, katanya terkena ISPA,” ujarnya, Rabu (1/10).
Ia sendiri belum mengetahui penyebabnya, namun diduga berasal dari polusi udara akibat banyaknya debu yang bercampur dengan asap kendaraan. “Dokter mengatakan penyebabnya bisa dari polusi udara , makanan dan air yang kurang bersih,” terang dia.
Tidak hanya dirinya, penyakit ISPA juga dikeluhkan beberapa anak balita disekitarnya. Tercatat di komplek perumahannnya sudah ada lima anak terkena ISPA. “Rata-rata paling banyak anak-anak, kalau orang dewasa jarang,” jelasnya.
Keluhan serupa juga dikatakan Pamudasih, 30, warga Mororejo lainnya. Ia mengatakan anaknya yang masih berumur 2,5 tahun beberapa beberapa sudah dua hari ini menderita penyakit ISPA. “Hampir semua anak balita dikomplek Perumahan Pesona Taman Mandiri ini kena penyakit ini,” katanya.
Terkait hal tersebut, Kepala Dinas Kesehatan Kendal, Widodo Mochamad Sutomo mengatakan memang musim kemarau penyakit paling tinggi yang menyerang warga Kendal adalah ISPA. “Faktornya bermacam-macam, karena udara, air dan makanan,” katanya.
Tercatat dari laporan yang didapat dari 30 pusksemas di Kendal, hingga Agustus ada 2.205 kasus ISPA. Jumlah tersebut meningkat dari Juli sebelumnya 2.126 kasus. Dari jumlah kasus tersebut, paling tinggi adalah wilayah Patebon sebanyak 607 kasus dan Ringinarum sebanya 410 kasus.
Widodo mengatakan, Kasus paling tinggi memang dilwilayah Kendal bawah, terutama di jalur pantura. Hal dikarenakan jalur pantura paling rentan terhadap pencemaran udara. “Kami mengimbau agar segera, menggunakan masker saat bebergian jauh menggunakan motor, menjaga prilaku hidup sehat dengan banyak minum air putih dan mengkonsumsi buah yang banyak mengandung vitamin C. Sehingga kekebalan tubuh terjaga dan menangkal penyakit yang datang,” jelasnya.
Lebih jauh, pihaknya akan melakukan pengecekan dengan meminta laporan dari puskesmas setempat. “Penyakit ini memang dikarenakan perubahan cuaca, biasanya kami lakukan pengecekan terhadap air yang dikonsumsi warga,” tambahnya. (bud/sas)