Terancam Molor, Kontraktor Ditegur

327

ABAZ ZAHROETIN/RADAR KEDU  TINJAU PROYEK--Wabup Irawan Prasetyadi meninjau proyek pembangunan Pasar Legi Parakan. Sejumlah proyek melenceng dari tahapan pembangunan yang telah disusun sebelumnya.
ABAZ ZAHROETIN/RADAR KEDU
TINJAU PROYEK–Wabup Irawan Prasetyadi meninjau proyek pembangunan Pasar Legi Parakan. Sejumlah proyek melenceng dari tahapan pembangunan yang telah disusun sebelumnya.

TEMANGGUNG–Wakil Bupati Irawan Prasetyadi menegur sejumlah rekanan yang saat ini mengerjakan proyek fisik Pemkab. Teguran diberikan karena kontraktor tersebut, dinilai mengalami keterlambatan dalam menyelesaikan pekerjaan. Wabup Irawan meminta seluruh proyek tepat waktu dan tepat sasaran. Juga tepat guna untuk kepentingan kesejahteraan rakyat.
Teguran disampaikan Wabup Irawan saat meninjau sejumlah proyek yang tengah dikerjakan. Antara lain, pembangunan bangsal kelas III RSUD Djojonegoro Temanggung, Pasar Legi Parakan, Pasar Candiroto, Kantor Kecamatan Candiroto dan Puskesmas Candiroto. “Semua pekerjaan harus sesuai jadwal. Baik tahapan pembangunan maupun material yang digunakan. Harus tepat guna, tepat waktu, dan tepat sasaran,” katanya.
Saat melakukan peninjauan, Wabup Irawan tak sendiri. Ia didampingi Kepala Bagian Pembangunan, Bagus Pinuntun dan Kepala Bagian Humas, Witarso Saptono Putro.
Keterlambatan yang ditemui, lebih banyak pada deadline tahapan pengerjaan. Proyek yang pada jenjang tertentu sudah dikerjakan, telah mencapai persentase tertentu. Tapi hasilnya kurang maksimal.
“Setelah melihat langsung di lapangan, pengerjaan proyek mengalami keterlambatan. Tidak sesuai progress yang dibuat. Karena itu, saya minta kepada penyedia jasa, untuk mengerahkan segala kemampuan. Tujuannya agar proyek selesai tepat waktu dan tepat mutu, mengingat sisa waktu pengerjaan tinggal dua setengah bulan lagi.”
Menurut Irawan, penyedia jasa yang telah ditetapkan sebagai pemenang lelang, sudah profesional. Karena itu, sudah seharusnya kerja secara profesional. Baik ketepatan waktu pengerjaan maupun kualitas bangunan.
Wabup Irawan juga meminta para pejabat pembuat komitmen maupun konsultan pengawas, untuk melaporkan kondisi pengerjaan proyek, hambatan dan kendala, sehingga dapat dipecahkan bersama penyedia jasa. Dengan demikian, kuantitas maupun kualitas pengerjaan terukur sesuai rencana semula. “Kepada pengguna anggaran dan pejabat pembuat komitmen pada akhir pelaksanaan proyek, bisa melaporkan kinerja penyedia. Jika ada penyedia yang bekerja asal-asalan Pemkab akan member peringatan keras.” (zah/isk)