Warga Masih Butuh Air Bersih

381
ABAZ ZAHROETIN/RADAR KEDU BUTUH AIR--Warga Dusun Wadas Wetan, Desa Wadas, Kecamatan Kandangan, masih membutuhkan air bersih, kendati hujan telah mulai turun.
ABAZ ZAHROETIN/RADAR KEDU BUTUH AIR--Warga Dusun Wadas Wetan, Desa Wadas, Kecamatan Kandangan, masih membutuhkan air bersih, kendati hujan telah mulai turun.
ABAZ ZAHROETIN/RADAR KEDU
BUTUH AIR–Warga Dusun Wadas Wetan, Desa Wadas, Kecamatan Kandangan, masih membutuhkan air bersih, kendati hujan telah mulai turun.

TEMANGGUNG–Kendati hujan deras telah mengguyur wilayah Temanggung pada Selasa (30/9) sore lalu, namun intensitas hujan belum stabil. Artinya, krisis air masih mengancam wilayah yang masuk zona kekeringan. Diprediksi, akhir Oktober nanti, intensitas hujan mulai turun normal.
Kepala Seksi Logistik dan Darurat Bencana, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Temanggung, Eko Suprapto mengatakan, hujan yang turun awal musim penghujan ini, masih belum stabil. Kendati pada Selasa lalu hujan cukup deras, namun belum dapat mempengaruhi kondisi air di wilayah kekeringan. “Itu belum stabil, masih belum optimal,” katanya.
Awal-awal Oktober ini, pihaknya memprediksi masih akan terjadi hujan dengan intensitas tidak menentu. Hujan belum akan turun setiap hari dan merata di semua titik. Melainkan turun dalam kondisi tertentu pada titik tertentu. “Ini masih akan berlanjut sampai akhir Oktober.”
Dikatakan, kendati hujan dan daerah lereng Sindoro-Sumbing telah diselimuti mendung setiap harinya, namun belum memberikan dampak bagi daerah yang mengalami kekeringan. Menurut Eko, wilayah kekeringan masih membutuhkan droping air. “Kita butuh waktu seminggu lebih dengan intensitas hujan yang normal untuk sampai pada kondisi air tanah yang stabil.”
Untuk itu, pihaknya masih terus mengirimkan droping air ke daerah yang mengalami bencana kekeringan. Hal itu akan terus dilakukan sampai kondisi di daerah kekeringan, sudah tidak lagi membutuhkan air. (zah/isk)