850 Kios Souvenir Borobudur Terbakar

419
MUKHTAR LUTFI/Radar Kedu MISTERIUS : Kebakaran melanda sentra kerajinan dan makanan di komplek wisata Candi Borobudur Kabupaten Magelang, kemarin.
MUKHTAR LUTFI/Radar Kedu MISTERIUS : Kebakaran melanda sentra kerajinan dan makanan di komplek wisata Candi Borobudur Kabupaten Magelang, kemarin.
MUKHTAR LUTFI/Radar Kedu
MISTERIUS : Kebakaran melanda sentra kerajinan dan makanan di komplek wisata Candi Borobudur Kabupaten Magelang, kemarin.

MUNGKID– Kunjungan wisatawan ke Candi Borobudur Kabupaten Magelang, kemarin (2/10) mengalami gangguan. Penyebabnya, pasar sentra kerajinan dan makanan di komplek wisata internasional ini ludes terbakar.
Catatan pengelola Candi Borobudur terdapat 850 kios yang terbakar. Meski tidak ada korban jiwa kerugian ditaksir mencapai ratusan juta rupiah.
Dari informasi yang dihimpun Radar Semarang, kebakaran terjadi sekitar pukul 12.30 siang. Saat itu, sedang mati lampu.
Salah satu pedagang di komplek makanan diketahui menyalakan genset untuk penerangan. Namun tiba-tiba memicu api hingga mengakibatkan kebakaran. “Awalnya dari tengah sana. Kios makanan. Informasinya katanya gara-gara genset,” kata Mujiyanto, saksi mata.
Api cepat membesar dan melalap kios-kios yang terbuat dari kayu itu. “Anginnya juga kebetulan pas kencang sekali jadi mempercepat kebakaran,” jelasnya.
“Kejadiannya cepat sekali. Arahnya dari kios sebelah barat. Kami belum tahu penyebabnya. Ada yang bilang dari kompor, genset juga korsleting listrik. Namun sebelum kebakaran ini, listrik memang mati,” kata Kelik, salah satu pedagang.
Di sentra kerajinan dan makanan ini setidaknya ada 956 kios. Dalam waktu kurang dari satu jam 90 persen kios sudah ludes dilalap si jago merah.
Beberapa pedagang masih beruntung bisa menyelamatkan barang dagangannya. Sementara yang lain harus merelakan kios berikut isinya menjadi abu.
Tujuh mobil pemadam kebakaran dan Kota dan Kabupaten Magelang dikerahkan. Banyaknya warga yang ingin menonton mempersulit proses pemadaman.
Proses pemadaman membutuhkan waktu yang cukup lama karena api yang terus membesar. Hingga pukul 15.00 api baru bisa dijinakkan. “Hanya (kios) yang di bagian pinggir saja yang bisa diselamatkan,” kata Yahya, 36, salah satu pedagang.
Direktur Operasional PT Taman Wisata Candi Borobudur Prambanan dan Ratu Boko, Retno Hardiasiwi mengaku prihatin dengan kejadian ini. Dia berharap kepolisian segera mengusut penyebab kebakaran ini. “Kejadian ini membuat kami sedih. Para pedagang adalah mitra kami. Tadi kami sudah menggelar rapat terbatas dan akan segera mengambil langkah,” katanya.
Sejauh ini, pihaknya belum bisa menaksir kerugian akibat kebakaran ini. “Yang terpenting tidak ada korban jiwa,” kata dia.
Rencananya akan ada relokasi untuk para pedagang. “Kami relokasi dulu, kasihan kalau tidak berdagang,” ungkap Retno.
Menurutnya, kebakaran ini tak banyak menganggu aktivitas wisatawan. “Wisatawan tetap buka seperti biasa. Hanya saja pintu keluarnya kami alihkan,” katanya.
Kapolres Magelang AKBP Murbani Budi Pitono mengatakan pihaknya masih melakukan penyelidikan secara intensif. “Kami sudah memeriksa saksi-saksi dan melakukan pengecekan. Nanti ada juga tim dari labfor,” katanya. (vie/ton)