Bupati Tegur Rekanan Proyek RSUD Limpung

563

BATANG – Bupati Batang Yoyok Riyo Sudibyo menegur pelaksana proyek pembangunan lanjutan Rumah Sakit Umum Limpung, saat melakukan Inspeksi mendadak pada rumah Sakit Limpung, Kamis (2/9) siang kemarin. Pasalnya, pihak pelaksana terlambat sembilan persen dari pekerjaan yang seharusnya diselesaikan.
Pihak pelaksana proyek sempat terkejut, ketika rombongan Bupati Batang datang ke lokasi pembangunan RSU Limpung, tanpa adanya pemberitahuan. Bahkan beberapa pejabat Keca­matan Limpung sempat terlambat datang, karena tidak mengetahui adanya sidak tersebut.
Bupati Yoyok yang datang didampingi Pejabat Pelaksana Teknis Kegiatan (PPTK), langsung memeriksa setiap sudut ruangan di RSU Limpung tersebut, mulai dari ruang rawat inap, ruang IGD dan ruang persalinan. Bahkan, Bupati juga sempat beberapa kali memukul-mukul beberapa dinding ruangan yang belum dicat untuk mengetahui kualitas dari bangunan RSU Limpung tersebut.
“Secara kualitas bangunan bagus, jika dibandingkan dengan pembangunan yang dilakukan sebelumnya. Namun pelaksanaan pekerjaan pembangunan ini terlambat sembilan persen, saya khawatir tahun 2016 RSU Limpung ini tidak selesai,” kata Yoyok, kepada pengawas pelaksana proyek.
Yoyok juga menandaskan, agar pihak pelaksanan ada upaya untuk percepatan pembangunan RSU Limpung. Sehingga pengoprasianya juga dapat dipercepat,dan tahun 2016 harus bisa digunakana atau beroperasi. Menurutnya, dibangunnya RSU Limpung tersebut, untuk lebih mendekatkan pelayanan kesehatan kepada masyrakat.
”Pembangunan RSU Limpung ini, untuk mendekatkan pelayanan kesahatan bagi masyarakat Kecamatan Limpung, Tersono, Bawang Banguputih. Kalau sampai terlambat akan saya berikan sanksi tegas, harus dikerjakan keterlambatan ini, kalau perlu tambah tenaga kerja, ” tandas Bupati Yoyok.
Pengawas Proyek kegiatan pembangunan RSU Limpung, Widianto saat ditegur Bupati, mengakui adanya keterlambatan pembangunannya.
Menurutnya keterlambatan pekerjaan tersebut, karena ada material yang mengalami kendala, yaitu depo stok galian C sangat terbatas. Sehingga mengalami kekurangan material, dan pekerjaan pun sempat terhenti.
“Kami akan berusaha untuk mengejar keterlambatan, dengan menambah tenaga untuk pemasangan keramik, sehingga dapat membantu mempercepat sesuai dengan progres kegiatan”. kata Widianto.
Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan, Kabupaten Batang, yang juga Pejabat Pelaksana Teknis Kegiatan (PPTK), dr Slamet mengatakan, bahwa RSU Limpung di mulai pembangunanya pada tahun 2013, dengan total anggaran Rp 5 miliar. Untuk membangunan UGD (unit Gawat Darurat), dan Pembangunan Ruang Penunjang medis, dan seharusnya sudah selesai 100 persen pada saat ini.
Menurutnya, rekanan sebelumnya belum menyelesaikan pembangunan ruang bersalin, dan ruang penunjang rumah sakit. “Pihak rekanan tidak mampu menyelesaikan, dengan alasan waktu pengerjaanya tidak cukup, dan hanya mampu menyelesaikan pekerjaannya 65 persen saja, “ jelas Slamet.
Slamet juga mengatakan, pekerjaan yang sedang berlangsung saat ini, yaitu pembangunan ruang poliklinik dan ruang adminsitrasi, dengan nilai anggaranya mencapai Rp. 3,3 miliar.
“Para pelaksana proyek telah menandatangani komitmen, agar proyek dikerjakan sesuai dengan perjanjian, dan jika melanggar akan ditindak tegas oleh Bupati, sesuai dengan tingkat kesalahannya. Kami harap agar pengawas proyek harus stanby di tempat, hal ini untuk mempermudah kami dalam mengontrol spesifikasi yang ada,” tegas dokter Slamet. (thd/sas)