Tekan Angka Kebocoran Air

342
SUMALI IBNU CHAMID/RADAR KEDU TUGAS BARU : Suparno Direktur Teknik PDAM baru dilantik oleh Wakil Bupati Wonosobo Maya Rosida kemarin (1/10).
SUMALI IBNU CHAMID/RADAR KEDU TUGAS BARU : Suparno Direktur Teknik PDAM baru dilantik oleh Wakil Bupati Wonosobo Maya Rosida kemarin (1/10).
SUMALI IBNU CHAMID/RADAR KEDU
TUGAS BARU : Suparno Direktur Teknik PDAM baru dilantik oleh Wakil Bupati Wonosobo Maya Rosida kemarin (1/10).

WONOSOBO – Setelah dilakukan proses seleksi dan uji kelayakan, kemarin (1/10) Direktur Teknik PDAM Wonosobo resmi dilantik. Pejabat baru periode 2014-2018 yakni Suparno, sebelumnya merupakan karyawan PDAM.
Wakil Bupati Wonosobo Maya Rosida menekankan agar jabatan sebagai direktur teknik dapat dilaksanakan dengan baik dan penuh tanggung jawab, serta mampu mewujudkan program, visi, dan misi yang dinyatakan dalam seleksi fit and proper test yang lalu.
“Saya sampaikan terima kasih kepada jajaran direksi dan dewan pengawas PDAM, beserta seluruh jajarannya, atas kinerjanya yang terus meningkat, sehingga semenjak tahun 2010, hasil audit BPKP menyimpulkan kinerja PDAM yang baik, sehat,” katanya usai pelantikan di aula PDAM kemarin.
Maya menekankan kepada seluruh keluarga besar PDAM Wonosobo, untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat, dengan membenahi beberapa permasalahan yang dihadapi. Di antaranya, tingkat kehilangan air (nrw) distribusi yang masih sangat tinggi, mencapai 8.670.803,49 m3 atau 37,28 persen dari jumlah air yang didistribusikan sebesar 23.256.053,49 m3 per akhir Desember 2013.
“Angka kehilangan air tersebut pada posisi akhir juni 2014 masih mencapai 35,26 persen, sedangkan aturan instruksi Mendagri nomor 690-149 tahun 1985, mengamanatkan angka kehilangan air yang dapat ditoleransi maksimal sebesar 20 persen dari air diproduksi,” paparnya.
Selain itu, kata Maya, masih terdapat pemakaian air untuk konsumsi yang tidak dihitung sebagai pendapatan sebesar 822.114 m3, senilai Rp 1.116.877.239,00 (berdasarkan data akhir tahun 2013).
Hal ini terdiri dari pemakaian air konsumsi yang dipasang meter tetapi tidak diterbitkan rekening sebesar 275.520 m3, serta pemakaian konsumsi air tidak bermeter dan tidak berekening sebesar 546.594 m3. Kemudian pengujian kualitas air yang masih perlu segera disesuaikan dengan Permenkes Nomor 736/Menkes/ per/ vi/ 2010, tentang tata laksana pengawasan kualitas air minum.
“Kontinuitas air yang didistribusikan masih berkisar 23,79 jam per hari, masih perlu ditingkatkan menjadi 24 jam per hari,” pungkasnya. (ali/lis)