32 Atlet Bersaing Ketat

433

GETASAN – Sebanyak 32 atlet terbang layang (Gantole) asal Indonesia, Australia dan Korea Selatan (Korsel) ambil bagian dalam Kejuaraan Internasional Gantole Telomoyo Cup 2014. Mereka akan bersaing pada kejuaraan yang digelar di Gunung Telomoyo, Kabupaten Semarang, mulai 12-19 Oktober 2014.

Minggu (12/10) kemarin, puluhan penerbang gantole melakukan latihan terbang bebas dari Gunung Telomoyo dan mendarat di pesisir Rawa Pening tepatnya di Desa Bejalen, Kecamatan Ambarawa.

Ketua Bidang Humas dan Promosi Persatuan Gantole dan Paralayang Indonesia (PGPI) Bidang Gantole, Tagor Siagian, mengatakan bahwa atlet gantole berasal dari 9 provinsi dan ada juga lima atlet dari negara Korsel dan Australia. Salah satunya adalah atlet gantole peringkat lima asal Australia, yakni Grant Heaney dan empat atlet mancanegara lainnya berasal dari Korsel. Lomba akan dimulai Senin (13/10) hingga Sabtu (18/10) selanjutnya Minggu (19/10) pembagian hadiah bagi para pemenang.

”Ada 27 atlet dari DKI Jakarta, Banten, Jawa Barat, Sumatera Barat, Jawa Tengah, DI Jogjakarta, Jawa Timur, Kalimantan Timur dan Kalimantan Selatan. Sedangkan atlet dari mancanegara dari Korsel dan Austalia. Atlet putri dari Australia, Tove Heaney bertindak sebagai pimpinan penerbangan,” ungkap Tagor di sela-sela latihan terbang di puncak Gunung Telomoyo.

Ditambahkan Wakil Sekjen PB Federasi Aerosport Indonesia, Chepy R Nasution, kejuaraan internasional gantole di Telomoyo sesuai standar Federasi Aeronautika Internasional (FAI). Kejuaraan ini meliputi lintas alam terbatas (race to goal). Artinya peserta beradu cepat menempuh rute dan spot yang sudah ditentukan panitia. Kejuaraan ini juga dibagi tiga kelompok, yakni kelompok umum, sport dan floater, tujuannya untuk meningkatkan performa atlet nasional agar mampu bersaing di tingkat dunia.

”Kejuaraan kali ini menjadi ajang pemanasan sebelum penyelenggaraan Kejuaraan Asia pada tahun 2015 mendatang. Penilaiannya langsung dilakukan oleh perwakilan FAI di Australia. Makanya FAI menunjuk Tove Heaney untuk memastikan apakah Indonesia layak untuk menggelar Kejuaraan Asia 2015,” kata Chepy.

Lebih lanjut, Chepy mengatakan bahwa pengakuan sejumlah atlet gantole nasional maupun internasional, Gunung Telomoyo menjadi salah satu lokasi terbaik untuk olahraga gantole. ”Sayangnya keberadaaan landasan terbang di Gunung Telomoyo tidak didukung infrastruktur oleh Pemkab Semarang,” katanya. (tyo/ida/ce1)