Desak PLN Pindahkan Tiang

361

GAYAMSARI – Hingga saat ini tiang listrik yang dianggap menjadi penghambat pembangunan jalan tembus Kartini-Gajah masih berdiri di lokasi proyek. Pelaksana proyek terus mendesak agar pihak PLN segera memindahkan tiang tersebut.

Pelaksana proyek, Khusnul Adib mengakui toleransi pemindahan tiang listrik sudah melebihi batas. Bahkan sampai sejauh ini belum ada upaya dari pihak PLN yang untuk memindahkan dua tiang listrik tersebut. ”Saya sudah berinisiatif menghubungi pihak PLN APD Pemuda untuk menanyakan kapan waktu pemindahannya karena sudah tiga minggu belum dipindah. Namun dari pihak PLN hanya menjawab akan berkoordinasi dengan PLN Semarang Timur. Akan tetapi ketika pihak PLN Timur saya hubungi katanya mesih menunggu vendor dari pihak PLN yang melakukan pemindahan. Saya seperti dipingpong,” ungkapnya kepada Radar Semarang, Minggu (12/10) kemarin.

Pihaknya berharap, petugas PLN segera melaksanakan tugasnya sesuai dengan hasil kesepakatan yang dilakukan dengan pihak Dinas Bina Marga. Menurutnya, pekerjaan pembangunan jalan tembus Kartini-Gajah bakal terus mengalami kendala. Pihaknya juga khawatir waktu penyelesaian tidak sesuai target. ”Secepatnya PLN melakukan pemindahan, supaya kami bisa meneruskan pekerjaan berikutnya,” ujarnya.

Sementara pihak PLN Semarang Pemuda, Supriyadi mengakui akan berkoordinasi dengan klien PLN Semarang Timur terlebih dahulu. Menurutnya, dua tiang listrik di Jalan Jolotundo 2 lokasi pembangunan jalan tembus sudah dipindah oleh petugasnya.
”Setahu saya sudah digeser kemarin. Kalau dua tiang itu belum dipindah, saya akan berkoordinasi lagi dengan pihak PLN Semarang Timur, Senin (13/10),” terangnya.

Kabid Dinas Bina Marga Kota Semarang, Sukardi mengakui dua tiang listrik nantinya tetap digeser. Hanya saja pihaknya belum mengetahui waktu persisnya pelaksanaan pemindahan. Pihaknya hanya mengatakan tengah menunggu dari pihak PLN melakukan pembahasan internal yang dilakukan PLN. ”Kita sudah berkoordinasi dengan PLN dan melayangkan surat untuk melakukan pemindahan. Hanya saja PLN masih menunggu hasil pembahasan internal pihak PLN,” pungkasnya. (mg9/zal/ce1)