Ditebas Celurit, Pergelangan Tangan Putus

355

TANJUNG EMAS – Leonard Dwi Rahmanto, 15, warga Jalan Beton Mas, Tanjung Emas, Semarang Utara hanya bisa mengerang kesakitan. Setelah pergelangan tangannya dibacok celurit di sebuah warung jamu, depan kantor pegadaian di Jalan Imam Bonjol, Semarang, Minggu (12/10) dini hari.

Informasi yang dihimpun Radar Semarang, korban sebelumnya sedang nongkrong di warung jamu di Jalan Imam Bonjol. Tak lama kemudian, dia didatangi tiga pria mengendarai mobil. ”Pertama kali, satu orang turun dari mobil. Dua orang masih berada di dalam mobil,” ungkap salah seorang saksi, Hengki, warga di sekitar lokasi kejadian, kemarin.

Sempat terjadi cekcok antara korban dengan seorang pelaku. Tak lama kemudian, dua orang yang semula berada di dalam mobil, keluar membawa celurit. ”Di antara pelaku langsung membacokkan celurit, korban menangkis menggunakan tangan kanannya,” terang Hengki.

Mendapati Leonard yang bersimbah darah, sejumlah warga langsung melakukan pertolongan dan membawa korban ke RS Elisabeth sebelum akhirnya dirujuk ke RSUP Dr Kariadi. Sedangkan dua pelaku berhasil ditangkap warga usai insiden tersebut. Masing-masing bernama Azaf Pradiga dan Hafit. Keduanya telah digelandang di Mapolsek Semarang Utara untuk diproses hukum lebih lanjut.

Salah satu pelaku, Azaf Pradiga, mengaku hanya ikut-ikutan karena diajak rekan-rekannya. Saat itu, dia diajak menemui korban yang biasa nongkrong di warung jamu tersebut. ”Hafit berbincang dengan korban, namun beberapa saat kemudian keduanya terlibat cekcok mulut hingga saling membentak. Korban malah nantang-nantang mengajak berkelahi,” katanya.

Melihat hal itu, Azaf ingin membantu temannya, lalu turun dari mobil dengan membawa celurit yang sudah disiapkan sebelumnya. ”Spontan aja saya membantu teman, karena korban menantang,” dalih pemuda yang berstatus mahasiswa di salah satu perguruan tinggi negeri di Semarang ini.

Bahkan kedua pelaku sempat hendak kabur saat diamankan polisi, sehingga petugas melumpuhkan menggunakan timah panas. Kapolsek Semarang Utara, AKP M Ridwan mengatakan, pihaknya masih mengembangkan penyidikan dan mengejar satu pelaku yang kabur. ”Kami masih mengejar satu pelaku yang sudah diketahui identitasnya. Keduanya sudah ditetapkan tersangka,” kata Ridwan. (mg5/ida/ce1)