Koalisi Merah Putih Rapatkan Barisan

317

GEDUNG BERLIAN – Menjelang pembentukan alat kelengkapan (Alkap) dewan, partai-partai yang tergabung dalam Koalisi Merah Putih (KMP) di DPRD Jateng merapatkan barisan. KMP bahkan mengadakan pertemuan di Gumaya Tower Hotel pada Rabu (8/10) lalu.

Pertemuan yang diinisiasi Partai Golkar tersebut digelar setelah acara silaturahmi calon Ketua Umum Partai Golkar, Priyo Budi Santoso dengan DPD tingkat I dan II di Jateng di tempat yang sama. Hadir dalam pertemuan tersebut sejumlah perwakilan parpol KMP yaitu Partai Golkar, PKS, PPP, PAN, Partai Gerindra, plus Partai Demokrat.

Anggota DPRD Jateng, Ferry Wawan Cahyono membenarkan pertemuan tersebut. ”Itu hanya komunikasi antarpartai. Sejak sebelum pilpres pun kami berkomunikasi intensif dan melakukan penjajakan. Termasuk membahas dinamika di Jateng,” kata Wakil Sekretaris DPD Partai Golkar Jateng itu.

Hadir dalam pertemuan tersebut sejumlah Ketua DPD, Ketua DPW, serta beberapa pimpinan parpol KMP. Ketua DPW PAN Jateng, Wahyu Kristianto membenarkan ada pertemuan tersebut. Namun dia enggan menyebutkan lebih detail isi pertemuan dan kesepakatan yang dihasilkan. ”Ya memang ada beberapa hal yang kami bicarakan,” ucapnya.

Ketua DPW PKS Jateng, Abdul Fikri Faqih mengaku datang ke Hotel Gumaya. Namun dia mengaku terlambat. ”Saya hanya lewat saja, karena di waktu berbarengan ada acara pertemuan dengan Fraksi PKS kabupaten/kota di Hotel Kesambi Hijau. Jadi sampai sana sudah selesai,” tandasnya. Fikri membenarkan pertemuan tersebut digagas Partai Golkar. Sebab partai berlambang pohon beringin tersebut menjadi koordinator KMP di Jateng.

Sementara Wakil Ketua DPD Partai Demokrat Jateng, AS Sukawijaya membantah dirinya datang ke pertemuan tersebut. ”Pada waktu itu saya ke Wamena, karena PSIS bertanding di sana,” ungkapnya.

Menurutnya yang datang saat itu adalah Ketua DPD Partai Demokrat Jateng, Sukawi Sutarip yang juga ayahnya. Namun dia mengatakan tidak ada pembicaraan khusus yang dibahas. ”Hanya ngobrol di resto kok dan tidak ada kesepakatan khusus,” katanya.

Pertemuan yang dilakukan mendekati pembentukan alkap DPRD Jateng tersebut menimbulkan dugaan tersendiri. Sebab tak lama lagi ada pembentukan pimpinan komisi, badan musyawarah (Bamus), Badan Anggaran (Banggar), Badan Legislasi (Baleg), dan Badan Kehormatan (BK).

Saat ini KMP berkekuatan 47 kursi yang terdiri atas Partai Golkar (10 kursi), PKS (10 kursi), Partai Gerindra (11 kursi), PPP (8 kursi) dan PAN (8 kursi). Sementara Koalisi Indonesia Hebat (KIH) berkekuatan 44 kursi yang terdiri PDIP (27 kursi), PKB (13 kursi) dan Partai Nasdem (4 kursi).

Sumber koran ini mengatakan jika penentuan alkap diambil secara voting, peran Partai Demokrat yang mengantongi 9 kursi menjadi sangat sentral. ”Ke mana Demokrat bergabung akan menentukan kemenangan KIH atau KMP,” ujarnya.

AS Sukawijaya mengatakan instruksi dari DPP, Demokrat memang diperintahkan merapat ke KMP. Meski begitu, dia berharap pembentukan alkap tidak dilakukan dengan sistem voting. ”Kalau bisa ya secara musyawarah mufakat saja, voting jalan terakhir. Kan di DPRD Jateng teman-teman sendiri semua,” ungkap mantan Ketua Komisi E DPRD Jateng tersebut. (ric/ida/ce1)