Komplotan Pecah Kaca Mobil Dibekuk

309

SALATIGA – Jajaran Reskrim Polres Salatiga menangkap tiga tersangka komplotan pecah kaca mobil lintas provinsi. Polisi juga menembak kaki salah satu tersangka Udin Maraimai, 41, warga Dukuh Pakis RT 01 RW IV, Kota Surabaya.

Sedangkan dua tersangka lainnya adalah Udin Marimoi, 45, warga Gondomanan II, Nomor 583, RT 51 RW 15, Prawirodirjan, Jogjakarta dan Hamdani, 35, warga Dusun Kebaron RT 03 RW II, Kecamatan Tulang, Kabupaten Sidoharjo, Jawa Timur. Mereka dibekuk petugas di tempat persembunyiannya di rumah Udin Marimoi di Jogja.

Petugas mengamankan sejumlah barang bukti, yaitu dua unit sepeda motor Honda Vario W 4713 WH dan Yamaha Yupiter Z nopol L 6676 JY yang dipakai saat beraksi, satu buah obeng, serta satu buah handphone BlackBerry tipe 9650 dan sebuah DVD player.

Penangkapan bermula dari adanya kasus pecah kaca mobil yang menimpa Suwono, 46, warga Desa Surudadi RT 18 RW 07, Desa Patemon, Kecamatan Tengaran, Kabupaten Semarang, Senin (8/9) malam lalu. Mobil Terios milik korban yang diparkir di pinggir Jalan Imam Bonjol, dipecah kacanya dan uang tunai Rp 100 juta di dalam mobil raib dicuri pelaku.

Dari kasus tersebut, petugas langsung melakukan penyelidikan. Berdasarkan keterangan para saksi, petugas mengantongi ciri-ciri salah seorang pelakunya, yaitu Udin Marimoi, yang sudah lama diburu petugas.

Dari hasil penyelidikan, petugas mendapat informasi, bila Udin bersembunyi di rumah temannya yang juga bernama Udin di Jogjakarta.

Petugas langsung melakukan penggerebekan dan meringkus Udin Marimoi dan dua rekannya. Petugas juga menyita sejumlah barang bukti, dua sepeda motor, sebuah obeng dan sebuah handphone dan DVD player.

Menurut pengakuan Udin Marimoi, ia dan komplotannya sudah melakukan pecah kaca mobil di 20 TKP di 11 daerah, meliputi Jawa Tengah dan Jawa Timur. Di Jawa Tengah, komplotan Udin beraksi di wilayah Salatiga, Boyolali, Klaten, Sukoharjo, Solo dan Jogjakarta.

”Untuk memecah kaca, kami hanya menggunakan ujung obeng besar, yang ditusukkan secara keras ke kaca. Dan biasanya langsung pecah,” kata Udin.

Kapolres Salatiga AKBP R H Wibowo didampingi Pjs Kasatreskrim AKP M. Zazid mengatakan bahwa komplotan tersebut bekerja secara rapi dan mencari sasaran korban yang baru pulang atau transaksi uang di bank.

”Jadi ada yang bertugas di bank untuk mengawasi nasabah yang menarik uang banyak. Kemudian calon korban itu dikuntit. Bila lengah, pelaku langsung memecah kaca mobil,” jelasnya.

Menurut Kapolres, para tersangka dijerat pasal 363 KUHP dengan ancaman hukuman tujuh tahun penjara. (sas/ida/ce1)