Menteri Pertahanan Ikuti Ritual PLH

270

BALAI KOTA – Peringatan Pertempuran Lima Hari (PLH) di Semarang yang akan digelar di kawasan Tugu Muda, Selasa (14/10) besok, diharapkan bisa meningkatkan jiwa nasionalisme warga Kota Semarang. Berbeda dengan peringatan sebelumnya, kali ini upacara peringatan akan diinspekturi Menteri Pertahanan Purnomo Yusgiantoro.

Terkait dengan peringatan tersebut, akan dilakukan penutupan jalan protokol menuju bundaran Tugu Muda pada Senin (13/10) untuk geladi bersih dan hari H Selasa (14/10) mulai pukul 17,00 sampai dengan selesai. Ruas jalan yang akan ditutup terkait peringatan tersebut ada 5 ruas jalan yang berpusat di Tugu Muda yaitu Jalan Pandanaran (Eka Karya), Jalan Siliwangi (depan Hotel Siliwangi), Jalan Imam Bonjol (kampus Untag), Jalan Pemuda (depan PLN) serta Jalan Dr Sutomo (depan RS Kariadi). ”Karena jalan yang menuju bundaran Tugu Muda akan ditutup total maka untuk warga diimbau untuk menggunakan jalur alternatif lain untuk menghindari kemacetan. Dan berkenaan itu juga masyarakat juga diimbau untuk dapat menyaksikan langsung sekaligus mengikuti jalannya Peringatan Lima Hari,” tutur Kabag Humas Pamudjiono.

Menurut rencana, bertindak sebagai Inspektur Upacara adalah Menteri Pertahanan Republik Indonesia (Menham) Purnomo Yusgiantoro, sedangkan bertindak sebagai perwira upacara adalah Kapten Inf. Taryoto, yang kesehariannya bertugas di Kodim 0733/BS Semarang.

Peringatan Pertempuran Lima Hari akan dimulai tepat pada pukul 19.30 dan diikuti oleh peserta upacara baik dari TNI, Polri, Ormas, siswa-siswa dan Pramuka, dengan keseluruhan berjumlah 36 pleton. Acara pokok dalam peringatan ini adalah mengenang detik-detik Pertempuran Lima Hari di Semarang di mana akan dibunyikan sirene selama dua menit. Bersamaan dengan itu, seluruh lampu di seputar Tugu Muda akan dipadamkan dan diganti dengan nyala obor. Bersamaan dengan itu pula, dibunyikan tembakan secara kombinasi diselingi ledakan-ledakan selama dua menit.

Dalam upacara tersebut akan dibacakan cukilan sejarah pertempuran lima hari di Semarang oleh Drs Sukirno yang merupakan Budayawan Kota Semarang. Dilakukan pula renungan pertempuran dan prasetya generasi muda dengan menampilkan adegan fragmen pertempuran oleh tim fragmen yang diiringi lagu-lagu perjuangan. (zal/ce1)