Selektif Pilih Tontonan Anak

417

TAZKIYYATUL Mutmainnah sangat selektif dalam memilih tontonan bagi anak-anaknya. Mengingat saat ini banyak program yang tidak mendidik. Acara memang dikemas untuk anak-anak, tapi di dalamnya sangat dewasa. Bahkan, kerap mengarah ke pornografi dan berbau kekerasan. ”Bagi saya, tontonan anak wajib dipilih selektif. Karena anak-anak akan meniru apa yang didengar dan dilihat. Karena itu, orang tua harus selalu mendampingi anak ketika melihat televisi,” katanya.

Koordinator Bidang Perizinan Komisi Penyiaran Indonesia Daerah (KPID) Jateng ini mengaku kerap mendapat keluhan dari sejumlah orang tua yang kerepotan mengontrol tontonan anak. ”Banyak acara kartun yang dikemas anak-anak, tapi saat jeda diisi iklan dewasa. Ini tentu harus diperhatikan,” imbuhnya.

Perempuan kelahiran Blora 17 Februari 1979 mengaku prihatin dengan berbagai acara siaran di televisi saat ini. Ia menilai, dari banyaknya program, lebih banyak didominasi siaran yang tidak mendidik. Seperti kartun Spoongbob atau kartun Upin Ipin misalnya, sejumlah adegannya banyak yang berbau kekerasan. ”Sekarang sangat sulit menemukan tontonan anak yang mendidik. Ini yang harus sama-sama diperhatikan, jangan sampai anak-anak kita terjerumus,” tambahnya.

Dia sendiri mengaku kerap kecolongan saat menjaga tiga anaknya dalam menonton televisi. Tak jarang, anak-anak melihat tayangan untuk orang dewasa. Karena itu, dirinya sekarang ketat dalam menerapkan jadwal terhadap anak-anaknya. ”Malam, televisi wajib dimatikan. Anak-anak harus belajar,” tambahnya. (fth/ida/ce1)