Kamis, Tiga Direktur CV Mulai Disidang

261

MANYARAN – Berkas perkara dugaan korupsi proyek perbaikan jalan di Wonosobo yang dibiayai APBD Perubahan Provinsi Jateng tahun 2011 telah dilimpahkan dari Kejaksaan Tinggi (Kejati) Jateng kepada Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Semarang. Atas pelimpahan itu, tiga direktur perusahaan rekanan yang ditetapkan sebagai tersangka akan segera duduk di kursi pesakitan sebagai terdakwa. Mereka adalah Dhomaeri dari CV Mitra Usaha Mandiri, Agus Pujiantoro dari CV Bina Karsa Utama dan Musholeh dari CV Giat Perkasa Wonosobo.

Panitera Muda Tindak Pidana Korupsi pada Pengadilan Tipikor Semarang, Heru Sungkuwo mengatakan, berkas perkara ketiga terdakwa dilimpahkan pekan lalu. Berkas perkara Musholeh tercatat dalam nomor 112/Pid.Sus-TPK/2014/ Pn.Smg, Agus Pujiantoro dalam nomor 114/Pid.Sus-TPK/2014/ Pn.Smg. Sementara Dhomaeri dengan nomor 113/Pid.Sus-TPK/2014/ Pn.Smg. ”Sesuai dengan jadwal yang ditetapkan, ketiganya akan mulai disidang Kamis (16/10) mendatang. Sidang digelar secara terpisah,” ujarnya kepada kepada wartawan, Senin (13/10).

Ditambahkan, majelis hakim yang menangani perkara Dhomaeri adalah Gatot Susanto selaku Hakim Ketua didampingi Dwi Prapti dan Kalimatul Jumro. Sedangkan terhadap dua tersangka lain, Musholeh dan Agus Pujiantoro keduanya akan diperiksa dengan majelis yang sama dengan sususan berbeda. ”Selaku hakim ketua adalah Dwi Prapti dengan Gatot Susanto dan Kalimatul Jumro sebagai hakim anggota,” imbuh Heru.

Untuk diketahui, dugaan penyimpangan yang sebelumnya ditangani Polda Jateng ini terjadi setelah bahan baku yang digunakan tidak sesuai dengan spesifikasi seperti dalam kontrak. Hasil audit BPKP tertanggal 11 November 2013 menyebut dari sembilan proyek perbaikan yang nilainya mencapai Rp 9 miliar ini terindikasi korupsi dan merugikan negara hingga Rp 1,5 miliar. (fai/zal/ce1)