Kemenag Menyatakan Karena Sakit

319

KENDAL—Sebanyak tiga orang jamaah haji asal Kendal dinyatakan meninggal dunia di tanah suci karena sakit. Ketiga jamaah haji yang meninggal dunia tersebut adalah Kuncoro, warga Desa Damarsari Kecamatan Cepiring, Rukhin warga Desa Merbuh Kecamatan Singorojo dan Mardiono warga Desa Sukodadi Kecamatan Kangkung.

“Kuncoro dan Ruhkhin diketahui meninggal lantaran mengalami sakit jantung. Sementara Mardiono meninggal karena sakit kanker kelenjar. Kami sudah kabarkan kepada pihak keluarga jamaah,” ujar Kepala Seksi Penyelanggaraan Haji dan Umroh Kemenag Kabupaten Kendal, Sumari, Senin (13/10).

Sumari mengatakan, jika jenazah ketiganya tidak dibawa kembali ke tanah air, melainkan langsung di makamkan di Soraya, Makkah. “Semua pihak keluarga menerima dengan ikhlas atas musibah ini,” jelasnya.

Meski demikian, Sumari meminta pihak keluarga supaya proaktif mengurusi asuransi jiwa jamaah haji yang meninggal dunia.‎ Sehingga dana bisa cair dan dapat dipergunakan oleh ahli warisnya yang berhak menerima. Asuransi haji meninggal, besarnya Rp 35 juta. “Asuransi tersebut harus segera diurus. Dana asuransi tersebut bisa dicairkan lewat rekening yang dipakai untuk Biaya Pembayaran Ibadah Haji (BPIH),” katanya.

Sementara itu, pihaknya memberikan kesempatan bagi keluarga korban atau jamaah yang mengalami sakit untuk menjemput. Sebab, Kemenag Kabupaten Kendal sudah memberikan imbauan mengenai tata cara penjemputan jamaah haji nanti. Yakni penjemputan jamaah haji harus dilakukan di Pendapa Kabupaten.

Selain tiga jamaah haji meninggal, berdasarkan informasi yang diterima Kemenag, ada dua jamaah haji yang mengalami patah tulang akibat terjatuh. “Silahkan bagi keluarga jamaah haji untuk menjemput ke Solo, karena jamaah haji yang meninggal dunia berangkat ke Tanah Suci bersama istri mereka,” lanjutnya.

Rencananya, jamaah haji asal Kendal akan pulang pada dua hari berbeda. Kloter 21 dan 22 dijadwalkan sampai pada 18 Oktober. Sementara kloter 29 dan 30 akan tiba pada 21 Oktober. “Jadi kami tekankan kepada keluarga agar menjemput jamaah haji di Pendapa, tidak perlu ke Donohudan karena justru akan merumitkan kami‎,” imbuhnya.

Sementara Panitia Penyelenggara Haji dan Umroh Kemenag Kabupaten Kendal, Abrori mengatakan, jumlah total calon jamaah haji dari Kabupaten Kendal 712 dari semula 713 orang. Semuanya terbagi menjadi empat kloter yang rata-rata terdiri dari 370 jamaah haji. “Beberapa diantaranya bergabung dengan Kabupaten Semarang dan Kota Semarang,” katanya. (bud/ric)