Pemkot Ulur Waktu Pembongkaran

320

BALAI KOTA – Ancaman bongkar paksa replika kapal Cheng Ho oleh Pemkot Semarang, tidak terbukti. Hingga akhir masa toleransi minggu pertama bulan Oktober 2014, pemkot belum mengambil langkah konkret pembongkaran. Dan lagi-lagi pihak yayasan Tay Kak Sie, kembali meminta perpanjangan waktu bongkar. Namun hal tersebut tidak akan dipenuhi oleh pemkot.

”Kami juga dibatasi waktu, karena rehabilitasi Kali Semarang itu sudah mulai. Bulan Oktober ini di Kali Asin sudah terjadi pengerukan, yang nantinya akan bergerak di Kali Semarang. Oleh sebab itu, maka pembongkaran replika kapal Cheng Ho tentunya tidak bisa ditunda lagi,” tegas Sekda Kota Semarang Adi Tri Hananto, kepada Radar Semarang, kemarin (13/10).

Rapat terakhir SKPD terkait pada 1 Oktober, lanjut Sekda, akan ditindaklanjuti tanggal 6 Oktober dan petugas sudah melakukan persiapan pembongkaran. Namun demikian ketika di lapangan, pihak yayasan mengajukan perpanjangan sampai 2015. ”Tapi sudah kita jawab tidak bisa. Sekarang sekretarisnya ganti nulis surat minta diperpanjang sampai tanggal 25 Oktober, ini belum kita jawab, tapi segera kita jawab,” ujarnya.

Pihaknya sudah meminta Dinas PSDA ESDM untuk segera memberikan jawaban atas surat tersebut. Namun hingga kini Adi mengklaim belum menandatangani surat jawaban tersebut. Pemkot berharap pihak yayasan memahami karena ini untuk kepentingan masyarakat yang lebih luas. ”Kami jawab dulu, bukan kita mengulur-ulur, tapi kalau bisa dirembuk ya kita rembuk. Tapi nanti ketika normalisasi sudah sampai ke Kali Semarang, kapal Cheng Ho itu sudah bisa kita selesaikan,” tandasnya.

”Kami tidak mengatakan itu toleransi, jawabannya sudah pasti, tidak bisa diperpanjang lagi. Hanya masalahnya pembongkaran itu butuh persiapan. Dan ketika ada surat, etikanya kita harus jawab dulu. Saya tidak tahu surat-menyurat ini akan berakhir sampai kapan. Yang pasti saya akan jawab dulu surat itu, dan saya minta teman-teman segera lakukan persiapan (pembongkaran) dengan baik,” tegasnya.

Wakil Ketua DPRD Kota Semarang Agung Budi Margono menegaskan, perpanjangan waktu bongkar tidak mungkin bisa dilakukan. Sebab Satker Pengembangan dan Penyehatan Lingkungan Permukiman sudah mulai mengerjakan normalisasi Kali Semarang. Perpanjangan akan mengganggu proses normalisasi itu. ”(perpanjang waktu bongkar) Itu sudah masuk intervensi pekerjaan yang normalisasi yang dilakukan oleh pemerintah pusat (Satker),” tegasnya.

Anggota Fraksi PKS ini meminta Pemkot Semarang dapat melakukan negosiasi dengan pengelola. Dan menegaskan ada kepentingan yang lebih luas dari sekadar alasan perpanjangan waktu bongkar yang diajukan pengelola. (zal/ce1)