Profesor Undip Tertipu ”Dikti”

335

SEMARANG BARAT – Tergiur mendapat aliran dana dari Direktorat Jenderal Pendidikan (Dikti) Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud), seorang Profesor di Universitas Diponegoro (Undip), tertipu puluhan juta.
Hal tersebut menimpa Prof Erlyn Indarti, 61, warga Jalan Muradi Raya No 17 A Semarang Barat. Uang senilai Rp 93 juta di rekening miliknya amblas dikuras penipu yang mengatasnamakan dari Dikti Kemendikbud RI.

Informasi yang dihimpun koran ini, kejadian penipuan itu berawal pada Minggu pagi (12/10), sekitar pukul 12.30. Prof Erlyn menerima SMS dari seorang pria yang mengaku Prof Hertanto, Pembantu Rektor I Undip Semarang.

SMS tersebut berisi informasi, bahwa korban diminta untuk menghubungi Prof Purwanto dari Dikti, karena ada informasi mengenai Rakernas (Rapat Kerja Nasional) Peningkatan Kinerja Tenaga Kependidikan dari Ditjen Dikti. ”Saya diminta menghubungi Prof Purwanto dari Dikti, di nomor 081219680991, untuk menanyakan perihal Rakernas tersebut,” kata Prof Erlyn kepada petugas di Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) Polrestabes Semarang, kemarin.

Untuk memastikan kebenaran informasi tersebut, Prof Erlyn kemudian menghubungi Prof Purwanto dinomor yang telah diberikan tersebut. Ternyata benar, pria yang mengaku Prof Purwanto itu menjelaskan adanya terkait Rakernas. Korban diiming-imingi sejumlah fasilitas dan dana yang akan dikirim ke rekening korban.

Berdalih akan mengirimkan dana, pelaku meminta nomor rekening, kemudian meminta korban ke ATM untuk mengecek dana masuk. ”Beralasan waktunya mendesak, saya diminta menuju di ATM, karena akan segera ditransfer biaya untuk Rakernas,” ungkapnya.

Tentu saja, Prof Erlyn senang karena bisa mengikuti Rakernas Dikti. Sehingga ia segera menuju ATM di sebuah minimarket Jalan Abdulrahman Saleh, dekat SPBU Kembangarum, Semarang Barat. Berdalih waktu mendesak, pelaku meminta calon korban segera mengikuti instruksi penipu. Korban diminta memencet tombol-tombol ATM sesuai instruksi dari pelaku.

Namun betapa terhenyaknya, ketika Prof Erlyn mengecek saldo di rekening, bukannya isinya bertambah tapi justru saldo uang di rekening miliknya malah habis dikuras. ”Uang saldo di rekening Rp 93 juta malah habis,” imbuhnya.

Prof Erlyn baru sadar bahwa dirinya telah menjadi korban penipuan. Diduga, pelaku mencuri PIN saat korban dipandu memencat tombol di bilik ATM. Saat itulah, pelaku menguras isi rekening milik korban. Hingga petang kemarin, kasus penipuan bernomor LP/B/1638/X/2014/jateng/Restabes, tersebut masih diselidiki oleh tim Reserse Kriminal Polrestabes Semarang. Ironisnya, meski kasus serupa berkali ulang terjadi, namun tim Polrestabes Semarang belum pernah berhasil mengungkap penipuan bermodus SMS, telepon maupun online. (mg5/zal/ce1)