Wushu Jateng Sabet Enam Emas

342

SEMARANG – Menurunkan 30 atlet, kontingen Jateng membawa pulang enam medali emas, 11 perak dan 14 perunggu, dalam Kejurnas Wushu Junior dan Senior, yang berlangsung di Ballroom Regale International Convention Center, Medan, Selasa-Sabtu (7-11/10) lalu.

Keenam medali emas itu, empat di antaranya disumbangkan dari nomor taolu (peragaan jurus), atas nama Devi Indaryanti di nomor daoshu dan gunshu, serta Dionisius Shane (changquan dan gunshu).

Dua medali emas lain dipersembahkan Yusuf Widiyanto di nomor sanda (pertarungan) kelas 56 kg putra, dan Nina Puji (52 kg putri). Cabang sanda juga memberikan kontribusi medali tiga perak dan delapan perunggu.

Medali perak diraih Puja Riyaya (70 kg), Ratih (56 kg) dan Bayu (48 kg). Sedangkan delapan perunggu, masing-masing Naumi (48 kg ), Larasati (60 kg ), Hanafi (56 kg), M Ridwan (52 kg), Ahmad Kafi (65 kg), Anwar Hidayat (48 kg), Galung (56 kg) dan Laksamana Pandu (48 kg).

Pelatih sanda Jateng, Hermansyah Munginsidi, mengakui, tingkat persaingan di kejurnas memang cukup ketat. Namun dia bersyukur, para atletnya memiliki kualitas teknik yang baik, sehingga punya daya saing di even ini. Dia optimistis, jika para atlet junior dan senior yang dikirim itu terus mendapatkan polesan, bisa menjadi kekuatan yang dahsyat di masa mendatang.

Sementara itu, Ketua Harian Pengprov WI Jateng (demisioner), Sudarsono, langsung mengevaluasi capaian Jateng di kejurnas ini. Dia mengatakan, hasil ini bisa memberikan harapan bagus di masa depan. Yang dipikirkan sekarang adalah, bagaimana tindak lanjut pembinaannya, baik junior untuk sasaran jangka panjang dan menengah, maupun senior untuk jangka pendek, menuju Pra-PON tahun 2015 dan PON Jabar 2016.

”Kami mengapresiasi perjuangan anak-anak di kejurnas. Apa yang diraih di kejurnas itu, kami pandang bisa memberikan harapan baik. Artinya, atlet yang kami kirim bisa bersaing di level Nasional. Tinggal bagaimana mereka ditangani terus secara intensif, agar semakin matang untuk sasaran berikutnya,” kata Sudarsono, yang dihubungi Minggu (12/10).

Sudarsono sendiri sudah memprediksikan, tuan rumah Sumut dan DKI Jakarta bakal menjadi pesaing terberat. Sumut menjadi juara umum untuk kategori senior, setelah meraih sembilan emas, sembilan perak dan dua perunggu. Disusul DKI Jakarta di tempat kedua, dengan lima emas, tujuh perak, enam perunggu, serta Jatim dengan lima emas, dua
perak, satu perunggu.

Di kelompok junior, Sumatera Utara juga tampil sebagai juara umum, setelah meraih 19 emas, tujuh perak dan tujuh perunggu, disusul tempat kedua DKI Jakarta dengan raihan 10 emas, 12 perak dan delapan perunggu. (bas/smu)