Belum Lancar Bahasa Indonesia, 9 Mahasiswa Asing Berlatih Angklung

298

Kebanyakan mahasiswa Indonesia, sering melupakan budaya negerinya sendiri. Justru mahasiswa pertukaran pelajar dari berbagai negara sangat mencintai budaya Indonesia. Bahkan mereka antusias ketika berlatih angklung. Seperti apa?

IBRAHIM RAMADHAN

BUNYI suara bambu yang berirama, terdengar nyaring di seantero lantai satu gedung ICT Center, Universitas Diponegoro (Undip) Tembalang. Mereka sedang memegang alat musik tradisional asal Jawa Barat yang diberi nomor satu hingga tujuh. Ukuran alat musik yang bernama angklung itu pun juga berbeda-beda. Ada yang besar, sedang, dan kecil. Mayoritas pemainnya berwajah oriental, namun ada juga yang berkulit gelap.

Mereka adalah mahasiswa asing yang belajar di Universitas Diponegoro. Sebanyak sembilan mahasiswa asing tersebut tergabung dalam program beasiswa pertukaran mahasiswa Darmasiswa di bawah bimbingan staf International Office Undip. ”Saya kuliah di sini, Bahasa Indonesia. Saya suka di Indonesia. Orang Indonesia bagus-bagus,” kata Erick, pria bertubuh besar asal Panama ini sambil terbata-bata.

Tak banyak dari mereka yang salah membaca not angka dan ketukan nada yang sudah tertera di papan tulis. ”Itu tadi tidak mudah, tapi juga mudah. Ketika kamu mau belajar, kamu pasti bisa,” tambah Erik.

Sama halnya dengan Ken, mahasiswa asal Ho Chi Minh, Vietnam, yang berkuliah di Undip. Pria bermata sipit tersebut merasa tidak kesulitan ketika kali pertama bermain angklung. ”Saya sangat suka bermain angklung, suaranya sangat bagus. Semua teman, bisa bermain besama-sama,” terangnya.

Menurut pelatih angklung, Rosdarto, para Darmasiswa tersebut tidak terlalu susah untuk diajari. Sebab kebanyakan mereka sudah mampu memahami Bahasa Indonesia.

”Kualitas pemahaman anak-anaknya lebih baik daripada tahun lalu. Kira-kira empat atau lima kali latihan lagi, mereka sudah bisa menguasai angklung dengan baik,” ungkap pengajar angklung dari SMA N 1 Ungaran ini.

Lagu yang dibawakan adalah Gambang Suling, Rayuan Pulau Kelapa, You Rise Me Up, serta I Have A Dream sebagai lagu penutup yang dimainkan secara kolosal.

Tak hanya itu, mereka juga mempersiapkan makanan khas dari berbagai negara untuk dihidangkan dalam acara Food and Cultural Festival yang bakal digelar di International Convention Hall di lantai 5 Gedung ICT Center Undip. Acara tersebut merupakan program tahunan yang digelar sebagai bentuk kegiatan pertunjukan kesenian, bagi mahasiswa asing untuk unjuk gigi pada 31 Oktober nanti. (*/ida/ce1)