Investasi Dana Tabungan Masih Tinggi

308

SEMARANG— Pemahaman masyarakat tentang instrumen keuangan selain tabungan, masih rendah. Terbukti, sebagian besar masyarakat masih menyisihkan dana tunainya sebagai tabungan.

“Dana untuk tabungan sebesar 34 persen dan itu sangat tinggi. Untuk properti 28 persen, asuransi 9 persen dan sisanya investasi reksadana dan saham,” ungkap Director of Business Development PT Manulife Aset Manajemen Indonesia, Putut Endro Andanawarih, kemarin.

Lebih lanjut, Putut mengatakan hal itu didasarkan pada hasil riset Manulife Investor Sentiment Index, lebih dari tiga perempat investor Indonesia optimistis dapat mempertahankan gaya hidup mereka selama masa pensiun. “Akan tetapi, kurang dari 50 persen masyarakat telah memulai merencanakan masa pensiun,” jelasnya.

Sedangkan 22 persen, katanya, sudah mengikuti program pensiun pemerintah. Sementara sisanya belum memikirkan tentang kebutuhan pensiun mereka. “Artinya mereka yang sebagai PNS tentunya sudah ada pengaturan pensiun, sedangkan sisanya belum berpikiran ke arah pensiun,” katanya prihatin.

Penelitian itu dilakukan terhadap 600 responden yang dilakukan tim Manulife dengan usia minimum 25 tahun yang merupakan pengambil keputusan keluarga. Hal itu, katanya, merupakan indikator atau angka yang memberikan gambaran secara umum sentimen para investor. “Sehingga dengan melalui survei, dapat mengenal karakteristik investor yang selama ini sebagai acuan investor saat menanamkan investasinya,” katanya.

Sementara itu Chief of Employee Benefits PT Asuransi Jiwa Manulife Indonesia, Nur Hasan Kurniawan mengatakan bahwa masyarakat enggan berinvestasi pada berbagai kendaraan investasi yang tersedia di pasar.

“Mereka mengabaikan produk-produk pasar modal yang sebenarnya memberikan imbal hasil lebih baik seperti saham, pendapatan tetap dan reksadana,” katanya.

Saat ini, kepercayaan investor terhadap investasi saham meningkat mencapai 162,5 persen, dibanding tahun lalu. Kemudian disusul investasi pendapatan tetap senilai 51,5 persen serta reksadana 30 persen. “Kami bersyukur, kepercayaan investor terhadap investasi saham meningkat,” katanya. (hid/ida)