Penambang Alat Berat Ajukan Izin

390

MUNGKID—Meski Pemkab Magelang telah resmi melarang penambangan dengan alat berat, toh sejumlah operator nekat mengajukan izin. Meski begitu, usaha mereka tetap sia-sia.
“Ada beberapa alat berat yang mengajukan izin pertambangan. Tapi, tetap kita tolak dan permohonannya kita kembalikan,” kata Kepala Badan Pelayanan Modal dan Perijinan Terpadu (BPMPPT) Kabupaten Magelang, Sulistiyo Yuwono, kemarin.
Menurut Sulistyo, berdasarkan peraturan Bupati Nomor 6 Tahun 2014 tentang Usaha Pertambangan, alat berat dilarang melakukan kegiatannya di wilayah Kabupaten Magelang. “Yang boleh kan hanya penambang manual,” katanya.
Karena itu, lanjut dia, selama belum ada aturan baru, maka pengajuan izin penambangan alat berat tetap akan ditolak. “Ya kalau mau mengajukan tidak apa-apa, tapi pasti ditolak.”
Sementara itu, sejauh ini, jumlah penambang manual yang mengajukan izin sudah mencapai 20 kelompok. “Sekitar 20-an sudah kita terima permohonannya.” Sejauh ini, proses pengurusan izin telah dilimpahkan ke dinas terkait, menyangkut rekomendasi teknis. “Kita hanya menerima izinnya,” katanya.
Pria yang intim disapa Sulis itu memperkirakan, jumlah penambang manual yang akan mengajukan izin masih akan bertambah. Sebab, Pemkab Magelang memberikan kesempatan kepada para penambang untuk mengurus perizinan hingga Desember mendatang.
Dikatakan, untuk bisa mengurus izin pertambangan, ada beberapa syarat yang harus diajukan ke BPMPPT. Antara lain, proposal, keterangan yang memuat jenis penambangan, serta lokasi.
“Teknisnya di dinas terkait. Kalau untuk lokasi penambangan di bantaran sungai rekomendasinya dari BBWSO (Balai Besar Wilayah Sungai Serayu Opak). Setelah itu, terakhir tanda tangan persetujuan dari bupati,” urai Sulis.
Ditanya jumlah total penambang manual di Kabupaten Magelang, Sulistyo mengaku tidak tahu pasti. Menurut dia, Dinas Pekerjaan Umum dan Energi Sumber Daya Mineral yang lebih tahu dan memiliki data tersebut. “Kita hanya mengurusi masalah perijinan. Untuk jumlah penambang lebih tepatnya di DPUESDM yang membidangi,” tandasnya.
Santoso, 45, salah satu penambang mengaku telah mengajukan izin bersama kelompoknya. Dia berharap izin segera diproses. “Sudah mengajukan untuk wilayah Kali Putih,” katanya.
Ketua Komisi III DPRD Kabupaten Magelang, Sobikin berharap Pemkab segera melakukan tindakan konkret terkait penambangan. “Termasuk penegakan peraturannya,” jelasnya. (vie/isk)