Razia, Tangkap Bandar Pil Koplo

365

MUGASSARI – Tiga pemuda ditangkap oleh tim Polrestabes Semarang dengan barang bukti ribuan pil trihexyphenidyl atau dikenal pil koplo. Dua di antaranya adalah pengedar dan seorang bandar pil koplo. Penangkapan tersebut bermula saat dua pengedar pil koplo itu terperangkap razia oleh tim Polrestabes Semarang di Jalan Veteran Semarang, Selasa dini hari (14/10).

Kedua pengedar tersebut masing-masing, Ahmad Fauzi, 24, warga Desa Palir, Kelurahan Podorejo RT 2/RW 3 Kelurahan Karangturi, Semarang Barat, dan Noor Dwiyono, 28, warga Jalan Plumbon 2 RT IV/RW III Kelurahan Wonosari Semarang Barat.

Dari tangan keduanya, pihak kepolisian berhasil mengamankan barang bukti satu kantong plastik klip berisi 60 butir pil trihexyphenidyl warna putih, satu kantong plastik berisi 100 butir pil trihexyphenidyl warna kuning, satu kantong plastik klip berisi 200 butir trihexyphenidyl warna kuning.

Kemudian setelah dikembangkan, ditangkap seorang pemuda bernama Firgananda William, 22, warga Sendangguwo RT 2/RW 15 Kecamatan Semarang Selatan, Senin (13/10) pukul 23.30, di Sendangguwo RT 2/RW 15 Kecamatan Semarang Selatan. ”Dia termasuk dikategorikan bandar,” ungkap Kapolrestabes Semarang Kombes Djihartono. Pihaknya berhasil mengamankan 2 dus berisi 2000 butir pil trihexyphenidyl.

Awalnya, dua pengedar, Nur Dwiyono dan Ahmad Fauzi, sedang mengendarai motor. Namun tanpa disadari mereka terperangkap puluhan anggota Polrestabes Semarang yang sedang melakukan razia di Jalan Veteran Semarang. Keduanya panik saat dihentikan sejumlah petugas. ”Saat diperiksa, ternyata menyimpan ratusan butir pil koplo jenis dextro di dalam tas miliknya,” kata Djihartono.

Kasat Sabhara Polrestabes Semarang, AKBP Basuki mengatakan, tersangka sempat mengelak saat ditanyai petugas. Bahkan ia berdalih bahwa obat tersebut untuk mengobati adiknya yang sedang menderita sakit jiwa. Namun petugas kepolisian tidak begitu saja percaya karena jumlah sebanyak itu tidak masuk akal untuk dikonsumsi perorangan. Terlebih saat ditanyai surat keterangan dokter, tersangka tidak bisa menunjukkan. ”Kami segera mengamankan dua remaja pengendara motor tersebut ke Mapolrestabes Semarang,” katanya. ”Kami melakukan kegiatan rutin di sejumlah titik di Kota Semarang. Razia ini untuk terus melakukan upaya cipta kondisi menjelang pelantikan Presiden dan Wakil Presiden 2014-2019,” katanya.

Sementara itu, tersangka Nur mengaku dirinya mendapat pil koplo tersebut dari temannya di daerah Sendangguwo dengan harga Rp 200 ribu. Sedikitnya diamankan empat paket berisi pil koplo sebanyak 600 butir. ”Ratusan pil koplo ke kemasan klip berisi 15 butir. Setiap satu pak, harganya Rp 15 ribu,” ujarnya. (mg5/zal/ce1)