Setoran Kecil, Kontrak Tambang Dikaji Ulang

400

GUBERNURAN – Pemerintah Provinsi Jawa Tengah mulai mengkaji ulang terkait kontrak pengelolaan tambang feldspar di Jepara dengan PT Semarang Mineral Pembangunan (SMP). Alasannya setoran dari kontrak tambang itu selama ini dinilai sangat sedikit. Bahkan dalam perjanjian yang berlangsung 20 tahun, pemprov hanya mendapatkan setoran Rp 1,8 miliar.

Kepala Dinas Energi Sumber Daya Mineral (ESDM) Jateng Teguh Dwi Paryono mengatakan, sesuai perjanjian kontrak dengan PT SMP bakal berakhir Mei 2015 mendatang. Feldspar merupakan bahan baku utama pembuatan keramik dan kaca. Kontrak pengelolaan tambang ini sudah berlangsung sejak 1995 dan berlaku selama 20 tahun. ”Secara administrasi tidak ada masalah. Karena kontraknya habis tahun depan, jadi harus disiapkan berbagai rencana jangka panjang,” katanya.

Teguh mengaku masih belum mengetahui apakah kontrak akan tetap dipegang PT SMP atau dialihkan. Ia mengaku selama masa kontrak, setoran yang didapatkan Pemprov Jateng cukup kecil. Selama kontrak yang berlangsung selama 20 tahun, Pemprov hanya mendapatkan setoran Rp 1,8 miliar. Padahal diakui feldspar dari Gunung Ragas, Jepara kualitasnya bagus. ”Ini yang harus dievaluasi karena harga ekonomi dari feldspar itu tinggi. Masih dikaji ulang,” imbuhnya.

Tambang feldspar di Jepara merupakan bahan terbaik di Indonesia selain tambang serupa di Lampung. Ia tidak menampik jika sejumlah investor banyak yang melirik meneken kerja sama kontrak tambang feldspar tersebut. Masalah masa kontrak pengelolaan PT SMP ini juga sudah sudah dilaporkan kepada Gubernur Jawa tengah Selasa (14/10). ”Pak Gubernur meminta untuk dikaji terkait hal itu (kontrak, Red). Kita tetap akan memilih yang terbaik dan menguntungkan untuk mendongkrak pendapatan asli daerah,” tambahnya.

Pemprov Jateng juga mengaku masih terus mengkaji terkait dengan tambang tersebut. Apakah akan dikelola sendiri, memperpanjang kontrak dengan PT SMP atau mengalihkan dengan investor lain. (fth/zal/ce1)