Temukan Fosil dan Patung Perunggu

406

DEMAK – Tim survey Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Demak belum lama ini menemukan situs cagar budaya alam di Desa Wonosekar, Kecamatan Karangawen. Penemuan itu semula diberitahukan oleh tokoh masyarakat setempat, Kiai Nur Rohim. Dari penelitian yang dilakukan, tim survey menemukan berbagai binatang laut yang sudah membentuk fosil.

Diantaranya, siput (keong) laut, fosil tulang ikan, bunga karang, pasir laut yang membatu jadi cadas, dan berbagai macam bentuk fosil lainnya. Bahkan, Kiai Nur Rohim juga menemukan patung perunggu yang membentuk tokoh pengajewantah Semar. Kasubag Museum Glagah Wangi, Disparbud, Ahmad Widodo mengatakan, diperkirakan lokasi situs yang ada di perbukitan Gunung Kendeng atau disebut Gunung Syam tersebut akibat kegiatan vulkanik pergeseran lempengan bumi.

Sebab, ditemukan pula bebatuan yang menyerupai lempengan kerak bumi dan patahan tembok mirip benteng. Bentangan patahan itu panjangnya mencapai sekitar setengah kilometer serta tinggi tiga trap atau lapis. Ada yang kelihatan sekitar 10 sampai 45 sentimeter. Patahan itu baru terlihat setelah bertahun-tahun tanah di sekitarnya dicangkul warga untuk lahan perkebunan palawija. Menurutnya, lokasi situs berada di lahan perbukitan milik Perhutani dekat waduk Bengkah Karangawen. “Lokasi situs ini perlu pengawasan dari masyarakat sekitar agar terjaga. Kita sudah survey lokasi itu tiga kali,” katanya.

Kepala Disparbud Demak, M Ridwan mengatakan, pihaknya telah melaporkan penemuan situs cagar alam itu ke Balai Purbakala dan Arkeologi Klaten. “Namun, hingga kini belum ada jawaban. Kita hanya menemukan fosil-fosil yang umumnya mencirikan bekas daerah pantai. Ini temuan awal saja,” katanya. (hib/ric)