Pakai Trotoar, Pedagang Buah Ditertibkan

368

MAGELANG – Kendati sudah diberi surat edaran (SE) dari Satpol PP Kota Magelang agar tidak menempatkan barang dagangan di trotoar, tapi pedagang buah di Jalan Ikhlas Kota Magelang tetap bandel. Satpol PP akhirnya menertibkan barang dagangan yang menganggu kenyamanan pengguna jalan, Kamis, (16/10) pagi.
Kasi Operasional Ketentraman dan Ketertiban (Tramtib) Satpol PP Kota Magelang Otros Trianto mengaku, pihaknya telah mengedarkan SE sejak 29 September lalu. Pedagang diberi waktu hingga 15 Oktober untuk mengosongkan dagangan yang berada di trotoar.
“Trotoar itu kan hak untuk pejalan kaki, sehingga tidak boleh digunakan untuk berjualan,” katanya.
Otros menambahkan, sebagai satuan penegak perda dan perwal, tentu pihaknya tak ingin terkesan hanya menindak saja, namun juga membantu. “Sebetulnya ini harus sudah diangkut, tapi kami berikan toleransi dua minggu lagi sampai nanti benar-benar berjualan sesuai dengan luas kiosnya dan tidak boleh menggunakan trotoar sesentimeter pun,” tegasnya.
Salah satu pedagang kios buah merasa keberatan jika nantinya harus berjualan terlalu ke dalam. Menurutnya, pedagang buah di jalan itu sudah dikenal kerapiannya dan penataannya juga terlihat cantik. Kalau tidak ada yang dipajang di depan, maka akan kehilangan seninya.
“Sepanjang jalan ini pedagang buahnya kompak dan serempak, majang buah-buahan yang sudah kemasan keranjang. Jadi itu daya tariknya. Nah kalau terlalu ke dalam atau prees dengan pintu kios, ya jadi nggak indah lagi,” terang Imas Nuraini, 26.
Namun, warga Japunan, Kecamatan Mertoyudan itu tak mempermasalahkan soal pelanggan. Sebab, sudah bertahun-tahun berjualan, tentu para pelanggan sudah tahu letak kiosnya di mana.
Pedagang lainnya, Eko Nurcahyo, 32, akan memberanikan diri untuk melakukan mediasi kepada Kepala Satpol PP Kota Magelang. Dia meminta agar pedagang buah bisa berjualan setidaknya hanya satu meja yang menggunakan badan trotoar. (put/ton)