105 Warga Tertipu, Piknik Batal

349

TINJOMOYO – Berniat menikmati liburan akhir pekan pada Minggu (19/10) pagi, sebanyak 105 orang warga RT 3/RW 8 Kelurahan Tinjomoyo, Banyumanik justru tertipu. Uang carteran dua unit bus dibawa kabur oleh perempuan bernama Denok. Rencana piknik pun batal total.

”Jumlahnya senilai Rp 6 juta, untuk biaya carteran dua unit bus. Masing-masing bus Rp 3 juta,” kata Nuryani, 38, perwakilan warga didampingi dua rekannya saat melapor di Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) Polrestabes Semarang, Minggu pagi (19/10).

Nuryani menceritakan, semula ia bersama warga satu RT 3/RW 8 Kelurahan Tinjomoyo, Banyumanik, Semarang, berencana piknik ke Jogjakarta dengan 105 warga mencarter dua unit bus. ”Mulanya salah satu warga ada yang mengaku bisa bantu, karena memiliki kenalan terkait carteran bus pariwisata dengan harganya relatif murah,” ungkapnya.

Akhirnya, perwakilan panitia piknik sepakat menemui Denok. Setelah berbincang panjang lebar, masing-masing bus memiliki 50 kursi. Panitia piknik menyatakan setuju, karena pertimbangan biaya carteran terjangkau.

”Pertama kali, kami menyerahkan uang muka Rp 500 ribu sebagai tanda jadi. Menyusul berikutnya Rp 2,5 juta. Pada Sabtu (18/10), kami melunasi kekurangannya, hingga total Rp 6 juta,” rincinya.

Namun kecurigaan warga baru muncul pada Minggu (19/10). Pagi itu sebanyak 105 warga telah siap berangkat piknik ke Jogjakarta dengan dandanan rapi. Mereka menunggu bus yang hendak ditumpangi. Namun hingga matahari beranjak siang, bus tak kunjung nongol. Sejumlah warga pun mulai gelisah, hingga akhirnya perwakilan panitia menghubungi pihak manajemen bus. ”Ternyata pihak manajemen bus menjelaskan tidak ada order carteran untuk warga daerah Tinjomoyo,” terangnya.

Saat itu, warga meminta kejelasan kepada Denok, justru ia mengelak dan tidak mau tanggung jawab. Bahkan Denok justru melontarkan ancaman. ”Saya bilang akan lapor polisi apabila bus tidak datang, tapi justru dia balik mengancam kalau sampai dilaporkan polisi. Dia mengatakan, akan berurusan dengan pengacaranya. Dia itu mencla-mencle,” ujarnya jengkel.

Tidak hanya kehilangan uang biaya carteran dua bus, sebanyak 105 kotak makanan yang sudah dipesan dan dibayar warga di Jogjakarta, otomatis tidak bisa diambil. ”Karena kami tidak jadi berangkat,” imbuhnya.

Ketua RT 3 RW 8 Kelurahan Tinjomoyo, Banyumanik, Bowo, 40, menjelaskan, piknik warga RT setempat memang sudah menjadi kegiatan rutin setiap tahun. ”Setiap minggu warga menabung Rp 2.000, khusus untuk piknik tersebut,” katanya.

Kasat Reskrim Polrestabes Semarang, AKBP Wika Hardianto, mengatakan pihaknya masih memeriksa berkas laporan untuk memintai keterangan saksi-saksi. ”Akan kami selidiki. Semua laporan yang masuk akan kami tindaklanjuti,” katanya. (mg5/ida/ce1)