HTI Tuntut Sitem Khilafah Gantikan Sistem Demokrasi

353
Nur Chamim/Radar Semarang
Nur Chamim/Radar Semarang
Nur Chamim/Radar Semarang

KRITISI DEMOKRASI: Para aktivis HTI Kota Semarang saat memperjuangkan tuntutannya di bundaran Tugu Muda, kemarin. (Nur Chamim/Radar Semarang)

SEKAYU – Aktivis Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) Kota Semarang menggelar kampanye damai Indonesia Congress of Muslim Students (ICMS) 2014 di bundaran Tugu Muda, Minggu (19/10) kemarin.

Aksi damai yang diikuti ratusan mahasiswa se-Kota Semarang menyerukan permasalahan bangsa Indonesia supaya menerapkan syariah Islam dalam bingkai Khilafah Islamiyah.

Dalam orasinya mereka menyerukan perpolitikan sistem demokrasi di Indonesia semakin diwarnai kekarut-marutan. Para pejabat juga hidup dalam kemewahan dan rakyat hidup dalam kesengsaraan. Mereka juga menggelar spanduk bertuliskan ”Selamatkan khilafah Indonesia dari Demokrasi” dan juga ”Khilafah : Wujudkan APBN Surplus untuk Rakyat”. Ratusan aksi ini diikuti dari Kampus Unissula, Undip, IAIN, Unwahas.

Korlap ICMS, Kota Semarang, Darsiman mengatakan digelarnya acara ini lebih menekankan seruan kepada masyarakat dan mahasiswa untuk bergabung menerapkan syariat Islam dalam aspek kehidupan baik ekonomi, politik maupun pendidikan. Selama ini sistem demokrasi di Indonesia semakin terpuruk, bahkan oknumnya juga semakin hancur. ”Sambil kita kampanye, kita jelaskan kepada seluruh masyarakat khususnya mahasiswa bahwa negeri ini membutuhkan sistem yang seyogianya membawa negara ini ke arah yang lebih baik, yakni khilafah,” ungkapnya, Minggu (19/10) kemarin.

Dia menambahkan kongres tersebut nantinya, menjadi momen bersejarah bagi mahasiswa. Sebab pada kesempatan tersebut juga dihadiri seluruh pergerakan mahasiswa Islam se-Indonesia untuk menyatukan visi perjuangan, yaitu khilafah. ”Harapan kami supaya bangsa ini menuju bangsa yang lebih baik, maka yang kita tawarkan adalah menerapkan syariah Islam dalam bingkai khilafah,” tutupnya.

Sementara, dalam tempat yang sama, intelektual dari Undip, Khoirul Anam mengajak meninggalkan sistem demokrasi dan menegakkan khalifah. Anam menganggap demokrasi hanyalah ilusi, pepesan kosong, mitos. Bahkan orang menganggap demokrasi adalah adil, gemah ripah loh jinawi. (mg9/zal/ce1)