Kontraktor Kudu Terancam Di-Blacklist

431
Rizal Kurniawan/Radar Semarang

KENYAMANAN PENGENDARA : Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi dan Kepala Dinas Bina Marga, Iswar Aminnudin saat memantau pembangunan Jalan Woltermonginsidi, kemarin. (

Rizal Kurniawan/Radar Semarang
Rizal Kurniawan/Radar Semarang
)

KUDU – Kontraktor pelaksana pembangunan Jalan Kudu terancam di-blacklist. Ancaman itu dilontarkan langsung oleh Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi, setelah melihat progres pengerjaan di lapangan, masih jauh di bawah target yang telah ditentukan.

Terbukti, menjelang akhir tahun 2014 ini, progres pembangunan jalan senilai Rp 3,2 miliar itu baru mencapai 5 persen. Pengerjaan tersebut sangat jauh dari target yang harus diselesaikan kontraktor.

Berdasar catatan Dinas Bina Marga, pada bulan Oktober ini, seharusnya progres mencapai 26 persen. ”Pembangunan Jalan Kudu ini perlu perhatian serius. Karena bobot (pengerjaan) sampai sekarang masih di bawah harapan atau jadwal yang telah ditetapkan,” ujar wali kota saat memantau sejumlah proyek peningkatan jalan, kemarin (19/10).

Melalui Dinas Bina Marga, wali kota mendesak kontraktor melakukan percepatan pembangunan. Bahkan dia tidak segan-segan merekomendasikan blacklist jika memang kontraktor pelaksana pembangunan tidak sanggup melakukan penyelesaian.

”Saya minta Kepala Dinas memantau terus. Kalau perlu setiap minggu kontraktornya dipanggil. Kalau tidak mau, ya diberi peringatan satu, dua, tiga. Dan jika tidak ada perubahan, langsung blacklist saja. Mumpung masih ada waktu untuk mencari kontraktor pengganti,” tegasnya.

Selain Jalan Kudu, tandasnya, pembangunan Jalan Kudunangeng juga perlu disikapi serius.

Sementara untuk proyek peningkatan infrastruktur jalan lainnya, menurut wali kota sudah on schedule. Kemarin, wali kota bersama jajaran Dinas Bina Marga memantau pengerjaan Jalan Suratmo, Jalan Woltermonginsidi, dan pedestrian Tamrin. Pengerjaan di Jalan Suratmo, nilai proyeknya Rp 5 miliar. Anggaran itu untuk peningkatan interseksi.

”Ada dua tahap pengerjaan. Tahap pertama penyempurnaan geometri jalan dan tahun depan diselesaikan sampai jalur-jalur yang lebih lebar. Progresnya on schedule tidak ada persoalan,” imbuhnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Bina Marga, Iswar Aminnudin mengakui jika progres pembangunan Jalan Kudu sangat lamban. Pihaknya akan menjalankan instruksi wali kota untuk mem-pressure kontraktor agar mempercepat pembangunan.

”Saya kira, semua paket yang ada di Dinas Bina Marga 90 persen on progress. Cuma ada satu dua paket yang tidak sesuai progres. Pertama Jalan Kudu, kami sudah rapat dengan PPKom, konsultan dan kontraktor, kami sudah menekan. Karena progres harusnya 26 persen, tapi saat ini baru 5 persen,” tegasnya.

Kedua, lanjut Iswar, pembangunan Jalan Kudunangeng sepanjang 1,2 kilometer. Namun pihaknya masih optimistis pembangunan tersebut bisa rampung bulan Desember mendatang. ”Yang jadi titik berat memang di Jalan Kudu, kami akan terus push (tekan) kontraktornya,” tandasnya.

Iswar menambahkan, pembangunan Jalan Kudu dibagi menjadi tiga ruas, di antaranya Kudu Raya dan Kudu Baru. Sesuai target, tiga ruas jalan tersebut bisa selesai 100 persen tahun ini. Pengerjaan mulai dilakukan pada bulan Agustus lalu. ”Mudah-mudahan satu bulan ini on progress,” katanya.

Sebagai upaya melakukan percepatan, pihaknya meminta kontraktor menambah SDM atau tenaga, sumber daya material dan peralatan. ”Termasuk waktu pengerjaan. Kalau saya sarankan kerja 24 jam,” tegasnya. (zal/ida/ce1)