Rencanakan Pembangunan Simpang Lima Kedua

1600

BALAI KOTA – Semarang bakal memiliki alun-alun Simpang Lima baru di wilayah timur. Rencananya area publik tersebut akan dibangun di persimpangan Pedurungan. Saat ini masterplan Simpang Lima tersebut baru digodok di Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kota Semarang.

Berdasar masterplan titik alun-alun tersebut berada di simpang Jalan Majapahit-Bridjend Sudiarto-Arteri Soekarno Hatta-Jalan Fatmawati, hingga persimpangan GOR Manunggaljati. ”Rencana pembangunan Simpang Lima kedua ini sebagai upaya penyebaran pusat keramaian di wilayah pinggiran. Karena selama ini aktivitas masyarakat hanya terpusat di tengah kota saja, jadi terkesan njomplang,” kata Kabid Perencanaan Bappeda Kota Semarang, M. Farchan

Meski begitu, lanjut Farchan, saat ini yang mendesak untuk pengembangan pembangunan adalah koridor Jalan Majapahit-Jalan Fatmawati-Soekarno Hatta, poros Citarum-Bubakan, Kota Lama dan Pasar Johar. ”Simpang Lima Kedua di Jalan Majapahit-Jalan Fatmawati-Soekarno Hatta ini juga menjadi hal yang mendesak untuk dibangun karena untuk membuka wajah kota di wilayah timur. Menyusul kemudian kawasan lainnya,” ujarnya.

Menurutnya, dinamika wilayah Pedurungan yang ada di perda Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) Kota Semarang 2011-2031, memiliki beberapa fungsi. Fungsi perumahan dengan skala sedang hingga tinggi, perdagangan dan jasa, perkantoran, dan sarana prasarana umum, sangat cocok menjadi prioritas pembangunan. ”Wilayah ini juga sebagai pintu masuk Kota Semarang dari arah timur. Sehingga memiliki potensi pengembangan untuk menangkap aktivitas dan menciptakan pusat pertumbuhan baru. Sedangkan GOR Manunggal Jati sebagai pusat olahraga merupakan potensi pengembangan kawasan yang bisa menjadi landmark kawasan,” tegasnya.

Meski begitu, pihaknya saat ini masih melakukan kajian terkait rencana ini. Kajian itu mencakup tentang anggaran, serta pembahasan detail tentang rencana pembangunan. ”Untuk anggaran, kebutuhan pekerjaan infrastruktur dan landscape sekitar Rp 15 miliar. Kami berharap rencana ini bisa segera terealisasi karena diharapkan bisa memecah kejenuhan keramaian di kawasan tengah kota,” tandasnya.

Sementara itu, Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi mengakui adanya wacana pembangunan Simpang Lima di kawasan timur tersebut. Namun pihaknya belum bisa memastikan realisasi proyek tersebut. ”Saat ini masih dalam pembahasan, sepertinya belum bisa direalisasikan dalam waktu dekat, karena di mata anggaran 2015 belum ada. Mungkin baru bisa dua atau tiga tahun lagi. Pada prinsipnya perencanaan pembangunan di Kota Semarang akan bergeser ke wilayah pinggiran,” ujarnya. (zal/ce1)