Roller Kota Semarang Mendominasi

356

SEMARANG – Para atlet sepatu roda Kota Semarang mendominasi seleksi Kejurnas Sepatu Roda Piala Ibu Negara yang digelar Pengprov Porserosi Jateng di lintasan sepatu roda Gelora Jatidiri Semarang, Minggu (19/10). Roller tuan rumah menempati urutan teratas di Kelompok Umur (KU) kategori A (6-8 tahun) putra-putri, KU-B (8-10 tahun) putra-putri, KU-C (10-12 tahun) putra dan KU-D (12-15 tahun) putra-putri.

Dalam seleksi kemarin, tiap atlet harus melakoni tiga mata lomba yaitu Individual Time Trial (ITT) jarak 200 m, sprint 1.000 m dan jarak menengah 3.000 m. Setiap lomba memiliki poin tersendiri. Atlet yang lolos menjadi tim Jateng di kejurnas adalah pengumpul poin terbanyak di posisi empat besar.

Di KU-D putra, atlet Kota Semarang Viero Abimanyu Saputra sempat menempati ranking ketiga di nomor ITT 200 m dengan catatan waktu 18,83. Urutan teratas ditempati rekan sekotanya Fransiscus Alvonius (18,57) disusul Stefanus Gita Surya (18,79). Namun Viero menebusnya di posisi pertama pada nomor sprint 1.000 m dan jarak menengah 3.000 m.

Di nomor ini, roller yang bernaung di klub Eagle itu mengoleksi total poin 28, disusul Stefanus (26) dan Fransiscus (24).
Sementara itu, Semarang juga berjaya di KU-D putri ketika Abigail Guinevera Putri Nimas Ayu merebut tempat pertama dalam koleksi poin yaitu 29, hasil dari juara di ITT 200 m, urutan kedua sprint 1.000 m dan juara di 3.000 m. Urutan kedua pengumpulan poin dipegang rekan sekotanya Benita Triana (26) dan Nafisah (24).

Salah satu tim juri dari Porserosi Jateng Nova Arwanto mengakui, persaingan di seleksi cukup ketat. Dia sempat khawatir di nomor sprint 1.000 dan 3.000 m, para peserta tak fight. Namun, dia melihat semua peserta punya tekad sama untuk masuk tim Jateng.”Biasanya di nomor jarak, atlet kecenderungan menunggu atau ogah memimpin takut nggak sampai finish. Tapi mereka fight,” katanya.

Atlet senior Jateng Arif Rachman melihat, melihat catatan waktunya, dia optimistis kaderisasi atlet di Jateng tetap berjalan. Banyak bibit baru yang bisa dibina secara berkesinambungan.”Waktu peserta di kelompok umur cukup rapat dengan junior, bahkan mendekati senior di ITT. Mereka diproyeksikan tampil di PON 2020. Tinggal bagaimana pengprov menangani mereka ke depan,” kata Arief.

Wasekum Porserosi Jateng Agus Budiyanto menjelaskan, jumlah peserta seleksi 98 atlet. Pengprov akan memberangkatkan 48 roller, termasuk para atlet senior yang menghuni pelatda ke Kejurnas Piala Ibu Negara di Stadion Kanjuruan Malang, 30-31 Oktober mendatang. Dia berharap, roller yang lolos hasil seleksi mampu ‘berbicara’ di even tersebut.

”Di kejurnas, kami bakal menghadapi persaingan keras dari tuan rumah, DKI Jakarta dan Kaltim. Keikutsertaan ini, memang berkaitan dengan kaderisasi atlet dan persiapan menghadapi babak kualifikasi PON tahun depan,” kata Agus, didampingi Kabid Binpres Atiek Kusmiyati. (bas)