Sehari, Tiga Kebakaran

334

KENDAL— Musim kemarau yang mengakibatkan cuaca terik diduga menjadi pemicu kebakaran yang terjadi di Kendal. Kemarin, kebakaran melanda di tiga lokasi berbeda dalam waktu hampir bersamaan di Kaliwungu.

Pemadam kebakaran dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) pos Kaliwungu harus berjibaku memadamkan api di lokasi berbeda dibantu pemadam dari pos pantura Kendal. Kebakaran pertama terjadi di penampungan batubara di jalan Lingkar Kaliwungu. Diduga akibat cuaca yang panas, tumpukan batubara menyala dan terbakar. Menurut petugas pemadam kebakaran dari Pos Kaliwungu Mulyanto, satu unit pemadam kebakaran didatangkan ke lokasi setelah menerima panggilan bantuan. “Pemadam dari Pos Pantura Kendal juga didatangkan untuk memadamkan api dari batu bara tersebut,” tandasnya.

Belum usai memadamkan api di penampungan batubara, panggilan bantuan pemadaman datang dari Perumahan Kaliwungu Permai. “Kebakaran di Perumahan Kaliwungu Permai cuma alang-alang dan gubug kecil. Tapi karena dekat pemukiman, warga meminta pemadam untuk menjinakan api,” lanjutnya.

Di saat satu unit pemadam kebakaran dari pos Kaliwungu sedang memadamkan api di perumahan Kaliwungu, terjadi kebakaran di lokasi berbeda. Pemadam kebakaran unit pos pantura yang sedang memadamkan api di penimbunan batubara meluncur ke lokasi kebakaran ketiga.

Kebakaran ketiga di jalan raya Mororejo dekat PT Kayu Lapis Indonesia, alang-alang terbakar dan nyaris membakar rumah di dekatnya. “Mungkin karena cuaca yang panas tersulut api sedikit saja langsung merembet kemana-mana,” imbuh Mulyanto.

Kepala Bidang Pemadam Kebakaran BPBD Kendal, Yunan Arif Rahman mengatakan hingga September lalu, BPBD mencatat ada sembilan kasus kebarakan terjadi di Kendal. tidak ada korban jiwa, namun ditaksir kerugian mencapai ratusan juta rupiah.

Yunan mengimbau kepada masyarakat agar tidak bermain api atau melakukan pembakaran terhadap ilalang dan sampah. “Sebab dengan kondisi terik panas, sampah mudah sekali terbakar dan merembet. Jika terpaksa membakar, jangan ditinggal karena berbahaya. Setelah selesai membakar harus dipadamkan dengan cara disiram,” katanya. (bud/ric)