Angkat Potensi Dalang Lokal

356
ADENNYAR WYCAKSONO/RADAR SEMARANG
ADENNYAR WYCAKSONO/RADAR SEMARANG
ADENNYAR WYCAKSONO/RADAR SEMARANG

MERIAH: Walaupun hanya mengahadirkan dalang lokal, pertunjukan wayang tetap berlangsung meriah. (ADENNYAR WYCAKSONO/RADAR SEMARANG
)

MANGKANG WETAN – Guna melestarikan dan mengembangkan wayang kulit, Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kota Semarang, menggelar pergelaran wayang kulit secara rutin di 16 kecamatan, dengan mengusung dalang lokal dan muda. Minggu (19/10) kemarin digelar di Kelurahan Mangkang Wetan RT 02 RW 01, Kecamatan Tugu. Menampilkan dalang lokal Ki Madiono dengan lakon Wahyu Cakraningrat.

Lakon yang dibawakan bercerita tentang wahyu keprabon atau wahyu keraton yang akan menjadikan seseorang sebagai raja atau penguasa. Cakraningrat sendiri terdiri atas kata Cakra, Ning dan Rat. Cakra artinya memutar, Ning artinya di, rat artinya dunia.

Kabid Kebudayaan, Disbudpar Kota Semarag, Kasturi mengatakan pergelaran wayang kulit ini dilakukan rutin setiap akhir pekan, dengan dalang lokal asli Semarang. ”Kita ingin melakukan regenerasi dan memberikan jam terbang kepada dalang lokal. Bahkan Pak Hendar Prihadi terkadang juga menjadi dalang,” katanya kepada Radar Semarang.

Selain di Kecamatan Tugu, dalam waktu dekat juga akan diadakan pergelaran di Balai Kota Semarang dengan lakon Pendowo Boyong yang dimeriahkan oleh dalang terkenal Purbo Astaman. ”Tanggal 24 besok akan ada pementasan di balai kota, kegiatan ini dilakukan untuk nguri-uri budaya Jawa,” tandasnya.

Selain dalang lokal, lanjut dia, pihaknya juga memberikan kesempatan kepada dalang muda yang ada di Semarang. ”Harapannya, dengan memberi kesempatan dalang muda, pemuda lainnya menjadi tertarik dengan wayang kulit dan mau melestarikannya,” pungkasnya.

Dalam pergelaran wayang kemarin juga dihadiri oleh Wali Kota Semarang Hendar Prihadi, Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Semarang, Masdiana Safitri, Anggota Komisi C DPRD Kota Semarang Kadarlusman dan Muspika Kecamatan Tugu. (den/zal/ce1)