DARURAT KEKERINGAN

278

SEMARANG – Musim kemarau panjang, telah membuat hampir seluruh wilayah di Jateng mengalami kekeringan serius. Kini, Jawa Tengah dinyatakan sebagai daerah darurat bencana kekeringan. Dan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mengalokasikan Rp 9 miliar untuk mengatasinya.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Sarwo Pramana mengatakan, dana Rp 9 miliar dialokasikaan untuk 19 daerah kekeringan di Jawa Tengah. Di antaranya, dialokasikan untuk pipanisasi, pengadaan air serta tempat air atau tandon. ”Untuk masing-masing daerah, alokasinya berbeda. Tergantung dengan luasan daerah yang mengalami kekeringan,” katanya.

Ia menambahkan, dari 22 daerah baru beberapa yang sudah mendapatkan dana bantuan kekeringan. Di antaranya adalah Demak, Temanggung, Wonogiri, Kebumen, Pemalang, Jepara, Purworejo, Pubalingga, Brebes dan Tegal. Sedangkan daerah yang belum menggunakan dana adalah Klaten, Rembang, Cilacap, Blora, Boyolali, Magelang dan Banjarnegara. ”Daerah yang belum dicairkan angggarannya, karena belum ada laporan darurat kekeringan,” imbuhnya.

Sarwo Pramana mengakui untuk persoalan air bersih di Jateng sudah terpenuhi. Bakorwil di kabupaten/kota menyiapkan 2.000 tangki air dan sudah dipasok ke sejumlah daerah yang membutuhkan. Ia menegaskan dropping air dimaksimalkan untuk mengatasi masalah kekeringan di Jawa Tengah. ”Kekeringan masih akan terus terjadi,” katanya.

Kabid Tanggap Darurat BPBD Jateng, Gembong Purwanto Nugroho mengatakan bahwa berdasarkan data dari badan metrologi, musim hujan di Jawa Tengah bagian utara dan timur baru akan dimulai November mendatang. Sejumlah wilayah sudah mengalami kekeringan termasuk lahan pertanian.

”Kekeringan terjadi secara merata hampir di seluruh daerah Jawa Tengah. Kekeringan merupakan masalah klasik yang kerap terjadi hampir tiap tahun,” katanya.

Di Jawa Tengah ada sejumlah daerah yang mengalami kekeringan cukup parah. Yakni daerah Grobogan dan Blora. Dua daerah itu merupakan lahan tandus dan sangat sulit mendapatkan sumber mata air.

”Kami terus terus berkoordinasi dengan instansi terkait di sejumlah daerah. Kami menyiapkan cadangan air untuk dropping ke masyarakat. Jika ada laporan dari masyarakat, petugas langsung turun ke lapangan,” tambahnya. (fth/ida/ce1)