Instruksikan Petugas Pantau Tiap Sudut Sekolah

377

CANDISARI – Maraknya kasus bully (penganiayaan) antarsiswa di sekolah membuat Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Semarang mengambil langkah antisipatif. Apalagi belum lama ini terjadi di Kabupaten Temanggung.

Kepala Dinas Pendidikan Kota Semarang Bunyamin, mengimbau semua sekolah untuk melakukan pengawasan dan pemantauan terhadap perilaku siswa. Itu dilakukan untuk menghindari hal-hal buruk yang akan terjadi di kemudian hari. ”Saat istirahat guru harus tetap memantau dan mengawasi. Bisa dilakukan dengan keliling ke sudut-sudut sekolah, dan tempat-tempat yang terkadang luput dari pantauan,” kata Bunyamin saat ditemui Radar Semarang, Senin (20/10).

Menurut Bunyamin, terjadinya bullying di sekolah bermula dari belum adanya pemahaman intensif dan mendalam pada psikologi perkembangan siswa. Padahal anak didik atau siswa berada pada fase perkembangan. ”Solusinya yaitu mempertebal pendidikan karakter siswa. Itu kan juga sudah diamanahkan dalam kurikulum 2013, bahwa penanaman pendidikan karakter harus selalu ditanamkan kepada siswa,” pungkas Bunyamin.

Terpisah, pengamat pendidikan Jateng, Muhdi mengatakan, untuk mengatasi kekerasan tersebut perlu ada dorongan untuk membentuk pendidikan ramah anak. ”Kita turut prihatin dengan kekerasan yang terjadi pada siswa, baik dilakukan oleh sesama siswa atau pun guru. Pendidikan harusnya tidak boleh ada kekerasan,” papar Muhdi.

Butuh langkah-langkah progresif dari penanggung jawab pendidikan nasional yaitu Kemendikbud. Hal tersebut untuk menjamin bahwa lingkungan pendidikan itu adalah lingkungan yang aman dan ramah bagi anak-anak. Tidak hanya untuk kepentingan proses transfer of knowledge, tetapi juga tata nilai pergaulan aman dan nyaman ramah bagi anak. ”Bentuk dorongan perbaikan regulasi dan juga implentasi pendidikan ramah anak, di mana ada mekanisme internal di sekolah untuk memastikan proses belajar mengajar itu benar-benar mempertimbangkan kepentingan terbaik bagi anak,” ungkapnya.

Di satu sisi, dirinya menilai peran orang tua untuk mencegah kekerasan juga sangat diperlukan mengingat pendidikan utama itu ada di rumah. ”Banyak sinetron-sinetron yang menampilkan adegan kekerasan siswa atau bullying, kalau anak-anak tidak didampingi, bisa jadi mereka akan meniru,” lanjutanya. (ewb/zal/ce1)