Lestari Soediro

366

SEMARANG – Jateng masih kekurangan juri drum band yang mempunyai sertifikat. Melihat kondisi ini, Persatuan Drum Band Indonesia (PDBI) Jateng saat ini akan mencoba melaksanakan pelatihan juri secara berkala.

Tahap pertama, pelatihan digelar di Gedung Soema Dilogo, Temanggung, Sabtu-Minggu (18-19/10) lalu. Kegiatan ini merupakan agenda utama yang digelar oleh organisasi tersebut. ”Kami ingin mencetak juri drum band yang profesional, berkompeten dan mempunyai integritas yang tinggi. Sehingga nantinya mereka bisa menjadi juri kejuaraan drum band tingkat nasional di berbagai daerah. Kegiatan pelatihan ini, juga merupakan agenda PDBI Pusat,” tutur Ketua Umum PDBI Jateng Lestari Soediro .

Pelatihan tersebut, diikuti sekitar 30 peserta dari 13 pengkot/pengkab PDBI di Jateng. Diharapkan, usai mengikuti pelatihan juri ini makin membuka wawasan mereka dan menjadi juri yang sportif. Apalagi, tambah dia, akan ada kejurnas drum band antar pengprov di Kota Bogor, 12-14 Desember mendatang. Nantinya, peserta akan berpartisipasi pada kejurnas itu.

Sementara terpisah, Sekretaris Umum PDBI Jateng Atiek Kusmiati menambahkan, pada kegiatan tersebut peserta mendapat berbagai materi. Salah satunya adalah SK 2 yang memuat aturan terbaru mengenai mata lomba yang ada di PON XIX Jabar 2016 mendatang. Provinsi ini ingin, juri Jateng berpartisipasi dalam ajang multicabang tersebut. ”Salah satu syarat mutlak dari PB PDBI adalah juri harus berkompeten yang dibuktikan dengan sertifikat juri nasional. Kami terus mendorong upaya sertifikasi ini,” tandas Atiek. Dia juga berharap, setelah pelatihan ini peserta bisa menjadi penggerak tumbuhnya juri-juri yang lain,” ujar dia.

Selain juri, beberapa waktu lalu, PDBI Jateng menggelar pelatihan pelatih untuk perkusi drill design, dan warming up basic. Kegiatan ini sebagai usaha peningkatan prestasi drum band Jateng dan persiapan untuk babak kualifikasi PON 2015 nanti. (bas/smu)